Monday, July 27, 2015

Kuliah...? BSI Ajaa

Mau jadi Sarjana...? Nusa Mandiri Tempatnya.


Saya Andi Saryoko, M.Kom mengajar dari tahun 2006 sebagai Dosen BSI (Bina Sarana Informatika) dan STMIK Nusa Mandiri Jakarta akan memberikan informasi tentang pembayaran kuliah bagi mahasiswa BSI.

Untuk mempermudah Calon Mahasiswa BSI ataupun Mahasiswa BSI yang menggunakan kartu ATM BCA apabila ingin melakukan pembayaran biaya kuliah bisa membayar dengan cara :

1. Masukkan Kartu ATM ke Mesin ATM, kemudian masukkan password
2. Masuk ke Transaksi Lainnya
3. Pilih Pembayaran
4. Pilih Layar Berikut
5. Pilih Lain-lain
6. Masukkan No. Rek BCA BSI  3423007776
7. Masukkan NIM
8. Masukkan jumlah pembayaran
9. Konfirmasi pembayaran

Ingat No. Rek BCA BSI  3423007776
Semoga bermanfaat 

Wednesday, May 6, 2015

Mencoba Berwirausaha (Enterpreneurship) di www.tokopedia.com/yokosport

Di awali dengan Bismillah, akhirnya pada pertengahan bulan Februari 2015 Andi mencoba enterpreneurship dengan menjual bermacam-macam Baju bola (Jersey) dengan kelas baju Grade Ori Thailand. Pada bulan Februari yang dimulai dari pertengahan bulan, Andi mencoba menjual baju bola dengan sistem order dan Alhamdulillah pada bulan Februari kurang lebih dua minggu berjalan sudah laku 44 baju.

Pada bulan Maret usaha berjualan masih berjalan, dan untuk bulan maret 2015 Andi berhasil menjual kurang lebih 80 baju/kaos bolanya. Selain berjualan ke teman-teman kantor dan teman-teman sekeliling, pada akhir bulan Maret Andi mencoba membuka berjualannya dengan sistem Online, membuka toko di tokopedia. Andi sadar bahwa untuk berjualan online itu memerlukan kepercayaan dari para customer, sehingga Andi harus bersabar dalam menjalankannya. Pengalaman dari teman-teman Andi yang sudah mencoba berjualan online, mereka bercerita kalau toko online yang dia buat rata-rata mulai ada pengunjung yang melakukan transakasi terjadi sekitar 3 sampai 4 bulan setelah toko dibuka. Dari situ Andi harus sudah siap dan sabar dalam menjalankannya. Alhamdulillah belum ada 1 bulan sudah ada pengunjung yang bertanya-tanya tentang barang yang Andi jual. Baru berjalan 1 bulan, alhamdulillah sudah ada pengunjung yang percaya dengan toko Andi di tokopedia (Yoko Sport) dan sudah ada 2 orang yang membeli baju jersey yang saya jual di toko online Andi. Jika teman-teman penasaran, kalian juga bisa kok berkunjung ke toko online Andi, masuk aja ke www.tokopedia.com/yokosport dan alangkah senangnya jika teman-teman ada yang bersedia untuk memesan dan membeli barang-barang yang Andi jual di sana.

Pada bulan April 2015 Andi masih bertahan dengan usaha jual baju bolanya(jersey). pada bulan april sesuai dengan permintaan teman-teman yang pernah beli ke Andi, mereka minta untuk membawakan baju-baju selain baju bola juga dan juga Jaket-jaketnya. Jadi pada bulan April Andi mencoba menjual baju-baju biasa(bukan baju bola). Alhamdulillah pada bulan April telah terjual kurang lebih 55 baju bola yang secara offline dan 2 baju bola secara online serta 30 baju non bola(baju biasa) secara offline. Jadi kalau dihitung-hitung alhamdulillah ada peningkatan setiap bulannya.

Memasuki bulan mei 2015 sudah ada beberapa teman-teman yang melakukan pemesanan. Semoga usaha yang Andi jalani ini lancar dan berkembang terus juga menjadi usaha yang berkah, amin.

Terimakasih saya ucapkan kepada teman-teman dan sahabat semua yang sudah mendoakan dan juga ikut berpartisipasi meramaikan usaha jualan saya ini. Dengan sabar dan senang hati Andi akan menunggu orderan-orderan teman-teman selanjutnya.


Maju dan semangat untuk Andi, semoga usaha di tokopedia bisa lancar dan maju berkembang, amin......

Monday, January 5, 2015

Kisah di awal tahun 2015

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa sudah memasuki tahun baru tahun 2015.
Hujan dan gerimis tak henti-hentinya mewarnai hari2ku liburan akhir tahun 2014. Meskipun liburan akhir tahun 2014 tak kemana-kemana, namun aku bahagia bisa berkumpul dengan saudara dan keponakan2 aku di Jakarta.

Tahun baru kali aku ini tidak bisa berlibur kemana-kemana dan tak bisa pulang ke kampung halaman karena keponakan ingin berlibur ke Jakarta, jadi tiket yang sudah aku beli dari 3 bulan yang lalu untuk pulang ke kampung halaman sudah aku batalkan. Karena cuaca yang tak bersahabat untuk keluar rumah, maka liburan akhir tahun dan tahun baru kali ini hanya berkumpul2 di kontrakan tempat aku tinggal sekarang. Meskipun kecil, namun aku bahagia karena masih bisa untuk berkumpul saudara dan keponakan2 aku. Entah kenapa mereka semua juga betah banget untuk di dlm rumah. Meskipun berhari-hari namun kita semua betah di rumah dan hanya berkumpul, memasak bersama, makan bersama, bercanda bersama, nonton film bersama.

Tahun 2014 sudah berlalu meninggalkanku. Antara suka, duka dan bahagia, itulah yang telah aku lewati di tahun2 sebelumnya. Meskipun itu memang sudah takdir yang harus kita jalani, namun aku berharap di tahun 2015 kedepan ini akan terasa lebih indah dan bahagia.

Aku berharap tahun 2015 aku bisa memilih satu di antara seribu wanita yang ada di dunia ini untuk bisa mendampingi dan menemani hidupku sampai sepanjang akhir hayatku. Aku tahu dan sadar, bahwasannya manusia memang tidak ada yang sempurna, namun begitu manusia pasti mengharapkan yang terbaik dalam hidupnya.

Akupun yakin semua orang punya masa lalu yang hitam, begitupun aku. Aku hanya manusia kecil yang berusaha untuk dapat hidup didunia ini yang lebih baik. Meskipun berat usaha yang aku jalani, namun aku yakin semua itu akan terasa ringan jika kita bisa mensyukuri di setiap keadaan. Akupun yakin bahwa orang yang mempunyai masa lalu suram, tidaklah suram selamanya. Begitupun warna, tak selamanya warna putih akan bertahan putih dan warna hitam selamanya berwarna hitam. Dengan berjalannya waktu, semua pasti akan berubah. Selama dunia masih berputar, pasti semuanya masih mungkin untuk berubah.

Aku tidak boleh terpuruk dengan keadaan yang sekarang. Semua pasti berubah, aku yakin itu. Meskipun kesendirianku ini menyiksaku, tapi aku yakin, jika sudah waktunya nanti, aku pasti akan bisa menentukan seseorang yang bisa mengisi kesendirianku ini. Aku berharap Alloh mendengar dan selalu meridhoi di setiap doa-doaku. Amin ....


Tuesday, November 11, 2014

Jauh di lubuk hati, Aku tak ingin sendiri

Ku hanya bisa tertawa, suatu saat nanti pasti ada waktunya
Walau jauh di lubuk hati aku tak ingin terus begini
Aku harus berusaha tapi tak tau mulai dari mana

Sudah terlalu lama sendiri
Sudah terlalu lama aku asyik sendiri
Lama tak ada yang  menemani rasanya

Sudah terlalu asyik sendiri
Sudah terlalu asyik dengan duniaku sendiri
lama tak ada yang menemani rasanya

Jauh di lubuk hati, Aku tak ingin sendiri .....

Sunday, November 2, 2014

OBAT KETIKA KITA MENGELUH

SAUDARAKU,

Ketika kita mengeluh : “Ah mana mungkin …”

Allah menjawab : “Jika AKU menghendaki, cukup Ku berkata ‘jadi’ maka ‘jadilah’. (QS.Yasin:82)”

Ketika kita mengeluh : “Capeeeek banget ..!!”

Allah menjawab : “… dan KAMI jadikan tidurmu untuk istirahat. (QS.An-Naba:9)”…

Saudaraku,

Ketika kita mengeluh : “Berat banget yah, gak sanggup rasanya …”

Allah menjawab : “AKU tidak membebani seseorang, melainkan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS.Al-Baqarah:286)”

Ketika kita mengeluh : “Streeesss…Panik…”

Allah menjawab : “Hanya dengan mengingat-Ku hati akan menjadi tenang. (QS.Ar-Ro’d:28)”

Saudaraku,

Ketika kita mengeluh : “Yaaaahh .. ini mah semuanya sia-sia …”

Allah menjawab : “Siapa yang mengerjakan kebaikan sebesar biji dzarah sekalipun, niscaya ia akan melihat balasannya. (QS.Al-Zalzalah:7)”

Saudaraku,

Ketika kita mengeluh : “ Duh … sedih banget deh!!”

Allah menjawab : “La Tahzan, Innallaha Ma’ana. Janganlah kamu berduka cita, sesungguhnya Allah beserta kita. (QS.At-Taubah:40).”

Semoga ini dapat mengingatkan kepada kita semua dan bisa menjadikan manusia-manusia yang tangguh. Saudaraku semua, mari kita bersyukur kepada Sang Maha pencipta, dan jangan sampai berhenti untuk selalu bersyukur karena sebenarnya bunga dari bersyukur adalah kenikmatan.


Thursday, October 30, 2014

Semangat Perjalanan Hidup bagaikan Gelombang Laut

Kehidupan adalah rahasia Tuhan. Tuhan maha Adil dan maha Sempurna. Tak ada yang tau rahasia Illahi. Jika sudah menjadi kehendakNya maka kita tidak mampu untuk menolak atau merubahnya. Kita harus tau bahwasannya apa yang kita inginkan atau kita cita-citakan belum tentu atau tidak mungkin harus tercapai semuanya. Kita menjalani hidup juga kadang tidak seperti yang kita inginkan, kalau kita bisa memilih pastinya kita ingin hidup yang baik-baik saja, hidup yang kaya raya, hidup yang selalu happy, dan pasti kita ingin hidup yang enak dan selalu mendapatkan kenikmatan selalu. Tapi kita harus ingat bahwa Tuhan maha Adil, jadi kita harus sadar kalau kita mau bersenang, kita juga harus siap bersedih. Semua orang pasti mengalami dan melewati masa-masa yang menyedihkan maupun yang menyenangkan.


Mungkin ada beberapa orang yang bertanya-tanya "Kenapa hidupku seperti ini ya?" Itu artinya, hidup kita tidak seperti yang kita inginkan/harapkan. Di saat seperti itu kita hendaknya mendekatkan diri padaNya, jangan malah menjauh, karena pada saat seperti itu pastinya fikiran kita sedang bimbang dan bingung.

Teman-temanku semuanya, mungkin memang berat berasa ketika kita mempunyai masalah hidup yang bertubi-tubi datang menghampiri kita. Tapi kita harus yakin bahwa itu semua akan berlalu, so kita harus bisa menghadapi itu semua meskipun berat dalam menjalaninya. Tanamkan dalam diri kita prinsip untuk selalu berusaha bersabar dan tetap semangat dasari semua yang kita lakukan dengan keikhlasan dan tetap bersyukur dalam keadaan apapun. Yakini itu semua maka kita akan merasakan sesuatu yang positif dalam kehidupan kita.

Semangat perjalanan hidup kita bagaikan gelombang laut yang naik turun, bahkan kadang pasang kadang surut. Kadang kita semangat tapi kadang rasa semangat itu hilang, kadang semangat hidup kita tinggi menggebu-gebu, tapi terkadang rasa putus asa menghampiri benak kita. Dari itu maka kita harus mencari solusinya agar ketika rasa keputus asaan itu manghampiri kita membuat cara agar diri kita bisa terlepas dari sara keputus asaan itu, karena sebenarnya rasa keputus asaan itu dekat dengan godaan syaiton.

Kita harus banyak-banyak berdoa agar kita dijauhkan dari rasa keputus asaan itu dan kita di jauhkan dari godaan setan yang menyesatkan.

Sunday, October 26, 2014

Kiat dalam Menghadapi Rekan Kerja yang Menjengkelkan

Teman adalah bagian dari hidup kita. Tidak seorangpun yang tidak memiliki teman. Bahkan teman bisa menjadi separuh dari jiwa kita. Kita bisa saja memilih teman, tapi kita biasanya tak bisa memilih siapa rekan kerja kita. Padahal seberapapun kita tidak menyukai rekan kerja, toh kita harus bisa kerja bersama dan membangun sinergi dengan dia. Karena banyaknya rekan kerja kita, maka sudah pasti mereka mempunyai sifat dan karakter yang berbeda-beda. Terkadang ada yang bisa kita jadikan sahabat atau bahkan sebagai saudara. Tapi terkadang ada beberapa rekan kerja kita yang mempunyai prinsif dan karakter yang berbeda bahkan mungkin bertentangan dengan kepribadian kita, sehingga tidak menutup kemungkinan ada perbedaan pendapat dan bahkan sering menimbulkan kejengkelan atau bahkan suatu kebencian. Agar bisa bekerja dengan orang yang dibenci, kita harus belajar untuk mencari sisi baik dari orang lain. Terkadang, memang sampai ada istilah “gencatan senjata” dengan orang-orang tertentu. Apapun, di dunia profesional, kita tak boleh membiarkan emosi kita mengendalikan diri.

Segala sesuatu itu pasti ada dampak positif dan negatifnya. Bekerja dengan orang yang dibenci toh ternyata malah bisa berikan pengalaman belajar, jika kita memang bersedia mencarinya. Pikiran kita harus terbuka dan menjaga sikap optimis, semacam sikap “gelas penuh”. Diri ini harus benar-benar dipaksa untuk melihat kebaikan dari orang lain, terlepas dari sedemikian mencoloknya sifat buruk dari rekan kerja yang rese itu. Jikalau bisa, pencarian aspek positif ini memang harus dilakukan secara obyektif. Ini dilakukan semisal dengan menanyakan kepada supervisor atau manajer dari yang bersangkutan, “Apa sih sumbangsih dia pada perusahaan? Apa yang jadi kekuatan utama dia? Apa yang bisa membuat Anda bisa menyukuri miliki dia sebagai rekan kerja?” Jikalau bisa. Jika tak bisa, maka alasan yang sifatnya subyektif atau yang tidak relevan dengan urusan kerja pun tak mengapa. “Oh, dia itu orangnya pintar sekali menyanyi atau melawak”, “Oh, dia ternyata suka dan pinter mbikin puisi tentang romansa”. Tak relevan dengan urusan kerja, tapi yang penting itu bisa membuat Anda jadi merasa lebih baik. Sadari juga, bahwa ketika seseorang punya suatu keburukan, maka biasanya itu akan berkompensasi atau implikasi dari suatu kebaikan.
Jadi misal saja bila Anda temui bahwa orang itu sifatnya berantakan atau jauh dari kerapian sampai juga pada cara kerjanya, coba saja jajaki; jangan-jangan sebenarnya dia itu orang kreatif dengan sekian banyak yang meluncur dari kepalanya. Bila Anda bekerja dengan seorang yang sok kuasa, Anda bisa membuat dia merasa “berkuasa” tanpa benar-benar menyerahkan kuasa Anda. Beri dia kesempatan untuk mengungkapkan gagasan awal, lalu segera suntikkan pemikiran Anda terhadap gagasan dia tadi, yang akhirnya membuat dia merasa memiliki gagasan Anda dan lalu menjalankanya.Orang sok kuasa biasanya ingin ego mereka diangkat, maka turuti sajalah, beri pujian atas pemikiran dan kerja dia.

Bila ketegangan Anda dan rekan kerja menjengkelkan sudah sampai pada tingkat di mana Anda tidak merasa bisa lagi bekerja sama dan mencapai hasil dengannya, maka Anda punya tanggung jawab untuk secara jujur berbicara dengannya. Jangan sampai jadikan masalah “pribadi” Anda jadi pengganjal produktivitas profesional Anda. Idealnya, Anda perlu menemui orang ini secara langsung. Sebelumnya, siapkan dulu gambaran apa yang hendak dibicarakan:
~~~ Mulailah obrolan dengan menyampaikan bahwa Anda menginginkan pertemuannya menjadi pertemuan yang positif, dengan tujuan untuk memperbaiki hubungan profesional dengannya. Mintalah dia untuk mendengarkan dulu apa yang Anda katakan sebelum dia menanggapi.
~~~ Buat dia tahu bahwa Anda menyukai atau bahkan mengagumi beberapa kelebihan dia (pandai menganalisa dan memecahkan masalah, selera humor, dsb)
~~~ Selanjutnya, katakan bahwa Anda punya masalah dengan beberapa sikap dia. Beri dia beberapa contoh konkrit perilaku atau apapun yang membuat Anda gerah dan jadi merasa susah untuk bekerja baik dengannya. Jadilah profesional, gunakan fakta, dan jangan biarkan Anda terkuasai oleh emosi.
~~~ Beri dia kesempatan untuk berbicara dan memberi tanggapan. Kadang yang mengejutkan adalah bahwa cukup banyak orang ternyata tidak menyadari bahwa mereka ternyata sudah membuat kesal orang lain, dan akan berterima kasih jika Anda berkenan memberikan masukan. Worst case scenario, dia bisa jadi akan menjadi sangata defensif dan menolak tuduhan bahwa dia “bermasalah”. Bersiap saja mendengar dia memberondong Anda dengan apa-apa yang dia tidak sukai dari diri Anda, entah dalam konteks profesional atau bukan. Tak mengapa, tetaplah jaga agar obrolan Anda tetap berlangsung profesional, dan dengarkan saja apa-apa yang dia katakan. Terus kemudian kembali pada tujuan Anda mengajak dia bicara, yakni mencari solusi. Maka usulkanlah solusi dan saran bagi dia, serta bersiap untuk menerima atau berkompromi dengan masukan yang dia berikan.

Jika itu lantas tidak berhasil? maka Anda perlu bertemu dengan manajer Anda. Usul saya, janganlah langsung menemui manajer manakala Anda belum lakukan tindakan mandiri. Saat Anda melapor, sebaiknya itu sudah berada dalam kondisi di mana Anda sudah coba mensolusikan. Itu akan membuat Anda punya skor positif di pandangan supervisor atau manajer Anda. Artinya, jangan tiba-tiba melempar masalah Anda kepada atasan. Kemampuan Anda untuk secara pribadi menangani masalah dengan rekan kerja akan jadi pertimbangan bagi atasan untuk menaikjabatkan Anda.

Dengan pemahaman ini, maka sejak awal berhati-hatilah. Karena tidak suka pada seorang rekan kerja, bukan berarti Anda berhak menyebarkan luaskan keburukan dia dengan beberapa tambahan cerita emosional dan apalagi gosip. Bukan hanya supervisor, rekan kerja Anda yang lain pun juga akan menilai sikap, akhlak dan kemampuan Anda dalam menghadapi konflik atau masalah dengan rekan kerja yang lain. Dapatkanlah dukungan dari teman Anda, tapi tetaplah bersikap profesional terhadap mereka. Anggaplah mereka(rekan kerja) adalah bagian dari kehidupan kita. Jadikanlah mereka keluarga kita, karena mau tidak mau, hari-hari kita akan selalu sering bersamanya.






Ref:
Ebook Panduan Test Wawancar Kerja



Link murottal Al Qur'an Juz 1 sampai jus 30

Ini link murottal Semoga bermanfaat Mishary Rasyid per Juz....  Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ Juz 3...