Sunday, January 24, 2016

Journal Andi Saryoko_Terbit di Journal Cakrawala_ISSN 1411-8629 Vol. XII. No. 2 September 2012_Judul Pemberdayaan Internet sebagai solusi belajar ( Learning solutions ) yang efektif dan efisien

Journal Andi Saryoko_Terbit di Journal Cakrawala_ISSN 1411-8629 Vol. XII. No. 2 September 2012_Judul Pemberdayaan Internet sebagai solusi belajar ( Learning solutions ) yang efektif dan efisien
======================================================================

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
166
======================================================================

PEMBERDAYAAN INTERNET SEBAGAI SOLUSI BELAJAR (LEARNING SOLUTIONS) YANG EFEKTIF DAN EFISIEN

Andi Saryoko
Akademi Management Informatika dan Komputer Bina Sarana Informatika
Jl Raya Salemba 22 Jakarta
dandy_ragilklt@yahoo.com

ABSTRACT
With the development of the Information Technology (IT) and the Internet make us not able to let go of all the fields that exist in our lives more so in the field of education. The Internet open sources of information that was difficult to access. Technologically current information plays a major role in our business, changes in the organization of its structure and organization mannajemen. On the other hand, information technology is also a major role in the scientific development and the primary means in an academic institution. Internet technology is present as a multifunctional media. Communication via the Internet can be done interpesonal (eg e-mail and chat) or en masse, which is known one to many communication (eg, mailing lists). Internet is also able to present in real-time audio-visual as in the conventional method with the application teleconference. Broadly speaking, information technology has a role: (a) to replace the role of the human, in that it can perform the task or process automation, (b) strengthening the role of the man, by presenting information to a task and process, (c) act in restrukturissi the human role, in making changes to a collection of tasks and processes. That the presence of the Internet in education dimension is something that is absolute, and it is a necessity. As a requirement, then the presence of the internet is basically very helpful education to develop teaching and learning situations are more conducive and interactive, effective and efficient.
Keywords: Internet, Learning effective and efficient

I. Pendahuluan
Perkembangan teknologi informasi (IT) saat ini telah menjalar dan memasuki setiap dimensi aspek kehidupan manusia. Teknolgi informasi saat ini memainkan peran yang besar di dalam kegiatan bisnis, perubahan sturktur organisasi, dan manajemen organisasi. Sejarah IT dan Internet tidak dapat dilepaskan dari bidang pendidikan. Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah diakses kini semakin mudah. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi. Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya. Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses perpustakaan di perguruan tinggi dalam maupun luar negeri (digital liberary). Sudah banyak cerita tentang pertolongan Internet dalam pembuatan makalah, penelitian dan tugas akhir. Tukar menukar informasi atau tanya jawab dengan guru, dosen, pakar dapat dilakukan melalui Internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir, skripsi, makalah dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.
Kerjasama antar guru, dosen, pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang dosen untuk mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan email atau chating. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan menggunakan mekanisme file sharring. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.
Teknologi internet hadir sebagai media yang multifungsi. Komunikasi melalui internet dapat dilakukan secara interpesonal (misalnya e-mail dan chatting) atau secara masal, yang dikenal one to many communication (misalnya mailing list). Internet juga mampu hadir secara real time audio visual seperti pada metoda konvensional dengan adanya aplikasi teleconference. Berdasarkan hal tersebut, maka internet sebagai media pendidikan mampu menghadapkan karakteristik yang khas, yaitu :
a) sebagai media interpersonal dan massa
b) bersifat interaktif
c) memungkinkan komunikasi secara sinkron maupun asinkron.
Karakteristik ini memungkinkan pelajar melakukan komunikasi dengan sumber ilmu

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
167
secara lebih luas bila dibandingkan dengan hanya menggunakan media konvensional. Teknologi internet menunjang pelajar yang mengalami keterbatasan ruang dan waktu untuk tetap dapat menikmati pendidikan. Metoda talk dan chalk, dapat dimodifikasi dalam bentuk komunikasi melalui e-mail, mailing list, dan chatting.
Berikut adalah beberapa manfaat penggunaan teknologi informasi:
a) arus informasi tetap mengalir setiap waktu tanpa ada batasan waktu dan tempat
b) kemudahan mendapatkan resource yang lengkap
c) aktifitas pembelajaran pelajar meningkat
d) daya tampung meningkat
e) adanya standardisasi pembelajaran
f) meningkatkan learning outcomes baik kuantitas/kualitas.
Peran media internet (tentu saja media komputer yang menjadi perangkat utamanya) semakin meningkat pesat dari waktu ke waktu. Maka diperkirakan mesin jenius ini akan menjadi kebutuhan dominan yang tak terlupakan dalam kehidupan manusia pada masa-masa mendatang. Di dunia serba digital saat ini, internet bagi manusia, meluncur dan tumbuh subur menjadi sebuah kebutuhan. Internet memang memudahkan pelajar mendapatkan segala informasi yang berhubungan dengan dunia pendidikan (pelajaran). Tapi pada internet juga terdapat liang raksasa, bagai rahang yang akan mengunyah para pelajar dengan situs-situs pornografi, kekerasan, dan hal-hal negatif lainnya. Meskipun dalam diri mereka terjadi tarik menarik yang dahsyat antara kepentingan yang baik (positif) dengan buruk (negatif). Namun pada akhirnya, kekuatan negatif cenderung lebih bertaring untuk mencengkram cara berpikir dan berprilaku para remaja tersebut. Maka untuk menghempangnya (paling tidak untuk meminimalisirnya), usaha untuk memaksimalkan manfaat internet sebagai media pendidikan harus lebih dilakukan. Harus, dan harus! Apalagi muaranya, hendak meningkatkan mutu pendidikan sekaligus mutu pendidik dan anak didik.
Sebenarnya beberapa pusat pendidikan termasuk sekolah lanjutan tingkat atas sampai perguruan tinggi saat ini begitu serius memaksimalkan pengadaan fasilitas internet di sekolah dan kampus masing-masing untuk meningkat mutu pendidikan. Dari beberapa sekolah dan universitas sudah ada yang membuka website untuk memberikan kemudahan bagi khalayak untuk mengakses informasi tentang sekolah dan universitas yang bersangkutan.
II. Rumusan Permasalahan
Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang dapat dirumuskan dan akan dibahas adalah sebagai berikut:
a. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir, skripsi, makalah dan thesis yang mungkin membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk diselesaikan.
b. kekuatan negatif cenderung lebih bertaring untuk mencengkram cara berpikir dan berprilaku para remaja.
Mengacu pada paparan di atas, tentunya penulis bertujuan berharap peranan teknologi informasi terkhususnya internet dapat memberikan kontribusi yang besar sebagai solusi belajar (Learning solutions) yang efektif dan efisien.
III. Metode Penelitian
Berdasarkan tujuan penelitian di atas, Penulis menggunakan desain penelitian kualitatif yakni penelitian yang memaparkan situasi dan peristiwa, memadukan berbagai macam informasi dan melakukan klasifikasi. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kasus yaitu bentuk penelitian yang mendalam tentang suatu lingkungan pendidikan termasuk manusia di dalamnya dimana dapat pula memberikan gambaran tentang keadaan yang ada. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus atas apa yang terjadi di dunia pendidikan seperti di lingkungan sekolahan-sekolahan, Kampus yang khususnya adalah Kampus Bina Sarana Informatika (BSI). .
IV. Pembahasan
1. E-Learning
E-Learning (pembelajaran elektronik) dapat didefenisikan sebagai upaya menghubungkan pembelajar (peserta didik) dengan sumber belajarnya (database, pakar/instruktur, perpustakaan) yang secara fisik terpisah atau bahkan berjauhan namun dapat saling berkomunikasi, berinteraksi atau berkolaborasi secara (secara langsung/synchronous dan secara tidak langsung/asynchronous). Elearning merupakan bentuk pembelajaran/pelatihan jarak jauh yang memanfaatkan teknologi telekomunikasi dan informasi, misalnya internet, video/audio broadcasting, video/ audio conferencing, CD-

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
168
ROOM (secara langsung dan tidak langsung). Kesemua media elektronik tersebut bertujuan membantu mahasiswa agar bisa lebih menguasai materi kuliah. Sehingga E-Learning berarti pembelajaran dengan menggunakan jasa bantuan perangkat elektronika. Kegiatan E-Learning ini termasuk dalam model pembelajaran individual.
Kehadiran internet dalam dimensi pendidikan merupakan suatu hal yang mutlak, dan sudah merupakan kebutuhan. Sebagai suatu kebutuhan, maka kehadiran internet pada dasarnya sangat membantu dunia pendidikan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih kondusif dan interaktif. Mungkin kita perlu mengingat kembali, apa itu E-Learning? E-Learning adalah pembelajaran jarak jauh (distance Learning) yang memanfaatkan teknologi komputer, jaringan komputer dan/atau Internet.E-Learning memungkinkan pembelajar untuk belajar melalui komputer di tempat mereka masing-masing tanpa harus secara fisik pergi mengikuti pelajaran/perkuliahan di kelas. E-Learning sering pula dipahami sebagai suatu bentuk pembelajaran berbasis web yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. Sebenarnya materi E-Learning tidak harus didistribusikan secara on-line baik melalui jaringan lokal maupun internet, distribusi secara off-line menggunakan media CD/DVD pun termasuk pola E-Learning. Dalam hal ini aplikasi dan materi belajar dikembangkan sesuai kebutuhan dan didistribusikan melalui media CD/DVD, selanjutnya pembelajar dapat memanfatkan CD/DVD tersebut dan belajar di tempat di mana dia berada. Lihat saja di Elearning Bina Sarana Informatika (BSI) http://elearning.bsi.ac.id/ dan bisa menggunakan fasilitas gratis blog, seperti yang disediakan oleh google yaitu www.blogspot.com, atau membuat blog dengan multiply. Sebagai contoh yang dibuat oleh penulis dengan alamat http://ragilklt.multiply.com yang contentnya memuat beberapa artikel.
Ada beberapa pengertian berkaitan dengan E-Learning sebagai berikut :
a. Pembelajaran dengan jarak jauh
E-Learning memungkinkan pembelajar untuk menimba ilmu tanpa harus secara fisik menghadiri kelas. Pembelajar bisa berada di Nganjuk, sementara “instruktur” dan pelajaran yang diikuti berada di tempat lain, di kota lain bahkan di negara lain. Interaksi bisa dijalankan secara on-line dan real-time ataupun secara off-line atau archieved. Mahasiswa/siswa dapat belajar dari komputer di sekolah ataupun di rumah dengan memanfaatkan koneksi jaringan lokal ataupun jaringan Internet ataupun menggunakan media CD/DVD yang telah disiapkan. Materi belajar dikelola oleh sebuah pusat penyedia materi di kampus/universitas, atau perusahaan penyedia content tertentu. Pembelajar bisa mengatur sendiri waktu belajar, dan tempat dari mana ia mengakses pelajaran.
b. Pembelajaran dengan perangkat komputer
E-Learning disampaikan dengan memanfaatkan perangkat komputer. Pada umumnya perangkat dilengkapi perangkat multimedia, dengan cd drive dan koneksi Internet ataupun Intranet lokal. Dengan memiliki komputer yang terkoneksi dengan intranet ataupun Internet, pembelajar dapat berpartisipasi dalam E-Learning. Jumlah pembelajar yang bisa ikut berpartisipasi tidak dibatasi dengan kapasitas kelas. Materi pelajaran dapat diketengahkan dengan kualitas yang lebih standar dibandingkan kelas konvensional yang tergantung pada kondisi dari pengajar.
Jika pembelajaran konvensional di kelas mengharuskan siswa untuk hadir di kelas pada jam-jam tertentu (seringkali jam ini bentrok dengan kegiatan rutin siswa), maka E-Learning memberikan fleksibilitas dalam memilih waktu dan tempat untuk mengakses pelajaran. Siswa tidak perlu mengadakan perjalanan menuju tempat pelajaran disampaikan, E-Learning bisa diakses dari mana saja yang memiliki akses ke Internet. Bahkan, dengan berkembangnya mobile technology (dengan palmtop, bahkan telepon selular jenis tertentu), semakin mudah mengakses E-Learning. Berbagai tempat juga sudah menyediakan sambungan internet gratis (di bandara internasional dan cafe-cafe tertentu), dengan demikian dalam perjalanan pun atau pada waktu istirahat makan siang sambil menunggu hidangan disajikan, Anda bisa memanfaatkan waktu untuk mengakses E-Learning.
Adapun Sistem E-Learning Produk Import, sesuai yang direkomendasikan oleh Dikti sebagai berikut :
(a) OpenUSS produk e learning system berbasis teknologi Java
(b) Moodle E-Learning dengan teknologi PHP-MySQL, sangat populer; alternatif opensource dari produk propriatary WebCT
(c) ILIAS sistem E-Learning opensource produk Jerman berbasis PHP-MySQL dan (d)http://sakaiproject.org Sakai is an online

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
169
Collaboration and Learning Environment. Platform Java.
Perguruan tinggi yang telah memiliki Contents elearning dan secara gratis seperti berikut : INHERENT STTA, STMIK-AMIK Riau, PIKSI INPUT SERANG, E-Learning Unimal, E-Learning Untan, E-Learning ITS, E-Learning TF ITB, UGM: eLisa original elisa, i-Elisa versi opensource dari inherent UGM, Belajar di USD, E-Learning TPB IPB, Indonesian e-Journal dan masih banyak elearning lain yang berbasis moodle pada perguruan tinggi bahkan sekolah-sekolah unggulan.
Berikut contoh tampilan elearning halaman awal pada elearning kampus Bina Sarana Informatika (BSI) yang bisa kita jumpai pada http://elearning.bsi.ac.id/
Gambar 1.
Halaman utama E-Learning Bina Sarana Informatika (BSI)
2. Manfaat Pembelajaran Elektronik Learning
Pembelajaran dengan Elektronik Learning (E-Learning) sangatlah banyak manfaatnya, adapun manfaat pembelajaran elektronik menurut A. W. Bates (Bates, 1995) dan K. Wulf (Wulf, 1996) terdiri atas 4 hal, yaitu:
a. Meningkatkan kadar interaksi pembelajaran antara peserta didik dengan guru atau instruktur (enhance interactivity).
Apabila dirancang secara cermat, pembelajaran elektronik dapat meningkatkan kadar interaksi pembelajaran, baik antara peserta didik dengan guru/instruktur, antara sesama peserta didik, maupun antara peserta didik dengan bahan belajar (enhance interactivity). Berbeda halnya dengan pembelajaran yang bersifat konvensional. Tidak semua peserta didik dalam kegiatan pembelajaran konvensional dapat, berani atau mempunyai kesempatan untuk mengajukan pertanyaan ataupun menyampaikan pendapatnya di dalam diskusi. Mengapa? Karena pada pembelajaran yang bersifat konvensional, kesempatan yang ada atau yang disediakan dosen/guru/instruktur untuk berdiskusi atau bertanya jawab sangat terbatas. Biasanya

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
170
kesempatan yang terbatas ini juga cenderung didominasi oleh beberapa peserta didik yang cepat tanggap dan berani. Keadaan yang demikian ini tidak akan terjadi pada pembelajaran elektronik. Peserta didik yang malu maupun yang ragu-ragu atau kurang berani mempunyai peluang yang luas untuk mengajukan pertanyaan maupun menyampaikan pernyataan/pendapat tanpa merasa diawasi atau mendapat tekanan dari teman sekelas (Loftus, 2001).
b. Memungkinkan terjadinya interaksi pembelajaran dari mana dan kapan saja (time and place flexibility).
Mengingat sumber belajar yang sudah dikemas secara elektronik dan tersedia untuk diakses oleh peserta didik melalui internet, maka peserta didik dapat melakukan interaksi dengan sumber belajar ini kapan saja dan dari mana saja (Dowling, 2002:20). Demikian juga dengan tugas-tugas kegiatan pembelajaran, dapat diserahkan kepada instruktur begitu selesai dikerjakan.
Tidak perlu menunggu sampai ada janji untuk bertemu dengan guru/instruktur. Peserta didik tidak terikat ketat dengan waktu dan tempat penyelenggaraan kegiatan pembelajaran sebagaimana halnya pada pendidikan konvensional. Dalam kaitan ini, Universitas Terbuka telah memanfaatkan internet sebagai metode / media penyajian materi. Sedangkan di Universitas Terbuka Indonesia (UT), penggunaan internet untuk kegiatan pembelajaran telah dikembangkan. Pada tahap awal, penggunaan internet di UT masih terbatas untuk kegiatan tutorial saja atau yang disebut sebagai tutorial elektronika (Anggoro, 2001).
c. Menjangkau peserta didik dalam cakupan yang luas (potential to reach a global audience).
Dengan fleksibilitas waktu dan tempat, maka jumlah peserta didik yang dapat dijangkau melalui kegiatan pembelajaran elektronik semakin lebih banyak atau meluas. Ruang dan tempat serta waktu tidak lagi menjadi hambatan. Siapa saja, di mana saja, dan kapan saja, seseorang dapat belajar. Interaksi dengan sumber belajar dilakukan melalui internet. Kesempatan belajar benar-benar terbuka lebar bagi siapa saja yang membutuhkan.
d. Mempermudah penyempurnaan dan penyimpanan materi pembelajaran (easy updating of content as well as archivable capabilities).
Fasilitas yang tersedia dalam teknologi internet dan berbagai perangkat lunak yang terus berkembang turut membantu mempermudah pengembangan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan penyempurnaan atau pemutakhiran bahan belajar sesuai dengan tuntutan perkembangan materi keilmuannya dapat dilakukan secara periodik dan mudah. Di samping itu, penyempurnaan metode penyajian materi pembelajaran dapat pula dilakukan, baik yang didasarkan atas umpan balik dari peserta didik maupun atas hasil penilaian instruktur selaku penanggung-jawab atau pembina materi pembelajaran itu sendiri. Pengetahuan dan keterampilan untuk pengembangan bahan belajar elektronik ini perlu dikuasai terlebih dahulu oleh instruktur yang akan mengembangkan bahan belajar elektronik. Demikian juga dengan pengelolaan kegiatan pembelajarannya sendiri. Harus ada komitmen dari instruktur yang akan memantau perkembangan kegiatan belajar peserta didiknya dan sekaligus secara teratur memotivasi peserta didiknya.
3. Karakteristik Pendidikan Jarak Jauh:
Sistem pendidikan jarak jauh adalah metode pengajaran dimana aktivitas pengajaran dilaksanakan secara terpisah dari aktivitas belajar. Sebagian besar karena siswa bertempat tinggal jauh atau terpisah dari lokasi lembaga pendidikan. Sebagian karena alasan sibuk sehingga siswa yang tinggalnya dekat dari lokasi lembaga pendidikan tidak dapat mengikuti proses pembelajaran di lembaga tersebut. Keterpisahan kegiatan pengajaran dari kegiatan belajar adalah ciri yang khas dari pendidikan jarak jauh. Sistem pendidikan jarak jauh merupakan suatu alternatif pemerataan kesempatan dalam bidang pendidikan. Sistem ini dapat mengatasi beberapa masalah yang ditimbulkan akibat beberapa diantaranya; keterbatasan tenaga pengajar, jarak antara lembaga pendidikan dan siswa yang berjauhan, kelangkaan pengajar berkualitas, dan lain lain.
Sebagaimana sistem pendidikan langsung atau konvensional, sistem pendidikan jarak jauh juga membutuhkan sarana prasarana penunjang pendidikan, agar tujuan umum pendidikan bisa diwujukan sesuai dengan jenjang pendidikannya. Sarana penunjang biasanya berupa modul-modul pelajaran yang dikirim kepada siswa. Sarana bisa juga berbasis teknologi informasi. Munculnya teknologi informasi dan komunikasi pada pendidikan jarak jauh ini sangat membantu sekali. Seperti

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
171
dapat dilihat, dengan munculnya berbagai pendidikan secara online atau web-school atau cyber-school, dengan menggunakan fasilitas internet. Pendekatan sistem pengajaran yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan pengajaran secara langsung (real time) ataupun dengan cara menggunakan sistem sebagai tempat pemusatan pengetahuan (knowledge). Hal ini memungkinkan terbentuknya kesempatan bagi siapa saja untuk mengikuti berbagai jenjang pendidikan sejak taman kanak-kanak (TK) sampai perguruan tinggi (PT). Tidak seperti sistem pendidikan langsung, sistem pendidikan jarak jauh membutuhkan pengelolaan dan manajemen pendidikan yang “khusus”, baik dari sisi siswa maupun instruktur (guru) agar tujuan pendidikan bisa terwujud. Pendidikan harus fokus pada kebutuhan instruksional siswa.
Dari sisi instruktur (guru), beberapa faktor yang penting untuk keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh adalah perhatian, percaya diri guru, pengalaman, mudah menggunakan perlatan, kreatifitas, active learning, dan kemampuan menjalin interkasi dan komunikasi jarak jauh dengan siswa. Juga memperhatikan hambatan teknis yang mungkin terjadi, sehingga pendidikan jarak jauh bisa berlangsung efektif.
Dari sisi siswa, salah satu faktor yang penting adalah keseriusan mengikuti proses belajar mengajar di saat instruktur (guru) tidak berhadapan langsung dengan siswa. Pada level ini, keterlibatan dan kehadiran ‘orang-orang’ di sekitar, termasuk anggota keluarga memegang peranan penting dan strategis. Kehadirannya bisa mendukung berlangsungnya proses belajar mengajar secara efektif, tapi sebaliknya bisa juga menjadi penghambat. Faktor yang lainnya adalah active learning dan komunikasi yang efektif. Partisipasi aktif siswa pendidikan jarak jauh mempengaruhi cara bagaimana mereka berhubungan dengan materi yang akan dipelajari.
Keberhasilan sistem pendidikan jarak jauh ditunjang oleh adanya interaksi dan komunikasi yang efektif dan maksimal antara intstruktur (guru) dan siswa, interaksi antara siswa dengan berbagai fasilitas pendidikan seperti mudul-modul pendidikan interaksi antara siswa dengan ‘orang-orang’ sekitarnya, dan adanya pola pendidikan aktif dalam masing-masing interaksi tersebut. Juga keaktifan dan kemandirian siswa dalam pendalaman materi, mengerjakan soal-soal ujian, dan kreativitas mencari materi-materi penunjang dari sumber-sumber lain seperti internet atau digital-library.
Karakteristik pendidikan jarak jauh (a) Ada keterpisahan yang mendekati permanen antara tenaga pengajar (guru atau dosen) dari peserta ajar (siswa atau mahasiswa) selama program pendidikan (b) Ada keterpisahan yang mendekati permanen antara seorang peserta ajar (siswa atau mahasiswa) dari peserta ajar lain selama program pendidikan (c) Ada suatu institusi yang mengelola program pendidikannya dan (d) Pemanfaatan sarana komunikasi baik mekanis maupun elektronis untuk menyampaikan bahan ajar, serta (e) Penyediaan sarana komunikasi dua arah sehingga peserta ajar dapat mengambil inisiatif dialog dan mengambil manfaatnya.
Keuntungan & manfaat (Benefit of Telecomputing for students) dari pendidikan jarak jauh dengan pemanfaatan internet sebagai media pendidikan adalah:
1) Real-time & on-demands online information,
2) Mobility access, fleksibel dan praktis (dapat dilaksanakan kapan saja sesui keinginan kita),
3) Menjangkau wilayah geografis yang luas,
4) User friendly, bebas repot dan ruwet,
5) Benefit in cost, mengurangi (menghemat) biaya pendidikan secara keseluruhan (infrastruktur, peralatan, buku-buku, perjalanan, pengadaan pendidikan dll),
6) Mengoptimalkan kualitas belajar,
7) Less administrative papers,
8) Dapat melengkapi aktivitas belajar konvensional,
9) Cara belajar yang aman dan sehat,
10) Alternatif media belajar dari anak-anak, remaja, dewasa sampai orang tua, belajar fleksibel tanpa terikat jadwal + menyenangkan,
11) Melatih pembelajar lebih mandiri dan berkembang dalam ilmu danpengetahuan,
12) Fleksibel memilih materi yang benar-benar kita inginkan dan hanya yang kita butuhkan, dan
13) Source ilmu dan informasi yang tidak terbatas (bahkan berlimpah), sehingga kuncinya bukan mendapatkan kesemuanya namun filtering yang kita butuhkan saja
14) Menghemat waktu proses belajar mengajar.
4. Media pembelajaran berbasis komputer dan Internet
Definisi media pembelajaran. Kata media merupakan bentuk jamak dari kata medium. Medium dapat didefinisikan sebagai perantara atau pengantar terjadinya komunikasi dari pengirim menuju penerima. Media merupakan salah satu komponen komunikasi,

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
172
yaitu sebagai pembawa pesan dari komunikator menuju komunikan (Criticos, 1996). Berdasarkan definisi tersebut, dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran merupakan proses komunikasi. Proses pembelajaran mengandung lima komponen komunikasi, guru (komunikator), bahan pembelajaran, media pembelajaran, siswa (komunikan), dan tujuan pembelajaran. Jadi, Media pembelajaran adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.
Seperti yang dirilis oleh pustekom dengan http://www.e-dukasi.net/ berikut: Pengembangan media pembelajaran hendaknya diupayakan untuk memanfaatkan kelebihan-kelebihan yang dimiliki oleh media tersebut dan berusaha menghindari hambatan-hambatan yang mungkin muncul dalam proses pembelajaran. Secara rinci, fungsi media dalam proses pembelajaran adalah sebagai berikut.:
a) Menyaksikan benda yang ada atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau. Dengan perantaraan gambar, potret, slide, film, video, atau media yang lain, siswa dapat memperoleh gambaran yang nyata tentang benda/peristiwa sejarah.
b) Mengamati benda/peristiwa yang sukar dikunjungi, baik karena jaraknya jauh, berba¬haya, atau terlarang. Misalnya, video tentang kehidupan harimau di hutan, keadaan dan kesibukan di pusat reaktor nuklir, dan sebagainya.
c) Memperoleh gambaran yang jelas tentang benda/hal-hal yang sukar diamati secara langsung karena ukurannya yang tidak memungkinkan, baik karena terlalu besar atau terlalu kecil. Misalnya dengan perantaraan paket siswa dapat memperoleh gambaran yang jelas tentang bendungan dan kompleks pembangkit listrik, dengan slide dan film siswa memperoleh gambaran tentang bakteri, amuba, dan sebaginya.
d) Mendengar suara yang sukar ditangkap dengan telinga secara langsung. Misalnya, rekaman suara denyut jantung dan sebagainya.
e) Mengamati dengan teliti binatang-binatang yang sukar diamati secara langsung karena sukar ditangkap. Dengan bantuan gambar, potret, slide, film atau video siswa dapat mengamati berbagai macam serangga, burung hantu, kelelawar, dan sebagainya.
f) Mengamati peristiwa-peristiwa yang jarang terjadi atau berbahaya untuk didekati. Dengan slide, film, atau video siswa dapat
mengamati pelangi, gunung meletus, pertempuran, dan sebagainya.
Perangkat media pembelajaran. Yang termasuk perangkat media adalah: material, equipment, hardware,dan software. Istilah material berkaitan erat dengan istilah equipment dan istilah hardware berhubungan dengan istilah software. Material (bahan media) adalah sesuatu yang dapat dipakai untuk menyimpan pesan yang akan disampaikan kepada auidien dengan menggunakan peralatan tertentu atau wujud bendanya sendiri, seperti transparansi untuk perangkat overhead, film, filmstrip, dan film slide, gambar, grafik, dan bahan cetak. Sedangkan equipment (peralatan) ialah sesuatu yang dipakai untuk memindahkan atau menyampaikan sesuatu yang disimpan oleh material kepada audien, misalnya proyektor film slide, video tape recorder, papan tempel, papan flanel, dan sebagainya.
Peningkatan kemampuan dan kesadaran guru untuk mengenal dan menguasi teknologi informasi termasuk penggunaan komputer tentunya hal yang positif sekaligus membanggakan dan mengisaratkan ‘peningkatan mutu’ dengan membuat media pembelajaran berbasis komputer sehingga lebih menarik, komunikatif, adaptif dan yang paling prinsip dapat mengubungkan anak didik pada pemahaman yang nyata dan bermakna.
Perkembangan teknologi komonikasi dan informasi telah membuka kemungkinan yang luas untuk dapat dimanfaatkan dalam bidang pendidikan. Hal ini disebabkan pesatnya teknologi komonikasi dan informasi yang sudah menjadi bagian dari kebudayaan masyarakat Indonesia.
Salah satu kebijakan yang dikeluarkan dan bisa dijadikan landasan dalam pendayagunaan ICT untuk pendidikan ialah Action Plan for the Development and Implementation of Information And Communication Technologies (ICT) in Indonesia.
Action plan berisi rencana pelaksanaan pendayagunaan telematika dalam bidang pendidikan selama 5 tahun (2001 -2005) menekanankan pada :
a) Pengembangan dan pengimplementasikan kurikulum
b) Pendayagunaan ICT sebagai bagian dari kurikulum dan sebagai media pembelajaran disekolah atau perguruan tinggi dan diklat.
c) Mewujudkan program pendidikan jarak jauh termasuk berpartisipasi dan bekerjasama dengan lembaga

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
173
penyelenggara pendidikan jarak jauh di dunia.
d) Memfasilitasi pendayagunaan internet untuk meningkatkan efesiensi proses pembelajaran.
Contoh konkrit dalam pendayagunaan ICT adalah proses belajar dikelas yang menggunakan internet sebagai media pembelajaran Sebagai media yang diharapkan akan menjadi bagian dari suatu proses belajar di sekolah , internet diharapkan mampu memberikan dukungan bagi terselenggaranya proses komonikasi interaktif antara guru dengan siswa. Kondisi yang perlu didukung oleh internet berkaitan dengan strategi pembelajaran yang akan dikembangkan, yaitu sebagai kegiatan komonikasi yang dilakukan untuk mengajak siswa mengerjakan tugas-tugas dan membantu siswa dalam memperoleh pengetahuan yang dibutuhkan dalam rangka mengerjakan tugas-tugas tersebut. (Boettcher 1999).
Berdasarkan paparan diatas, terlihat bagi kita bahwa teknologi informasi, khususnya internet memiliki peranan yang sangat penting dalam setiap dimensi pendidikan. Internet memberikan kontribusi yang sangat besar didalam membantu setiap dimensi yang ada untuk selalu mendapatkan informasi yang up to date. Jaringan internet merupakan salah satu jenis jaringan yang popular dimanfaatkan, karena internet merupakan teknologi informasi yang mampu menghubungan komputer di seluruh dunia, sehingga memungkinkan informasi dari berbagai jenis dan bentuk informasi dapat dipakai secara bersama-sama. Demikian juga dalam dunia pendidikan, berkat adanya jaringan internet, maka dapat membantu setiap penyedia jasa pendidikan untuk selalu mendapat informasi-informasi yang terkini dan sesuai dengan kebutuhan.
Pemanfaatan internet pada saat ini masih berada pada level perguruan tinggi, dan itupun belum merata. Sedangkan pada level SD sampai dengan SMU/SMK, pemanfaatan internet masih sangat minim dan terbatas pada daerah perkotaan yang sudah memiliki jaringan atau koneksi internet. Dilain pihak dalam dunia pendidikan, diperhadapkan pada kendala bahwa metode pembelajaran konvensional yang diterapkan saat ini sudah tidak memenuhi kebutuhan dunia pendidikan yang ada.
Asep Saepudin (2003), menyatakan bahwa pada jenjang dan jalur pendidikan lain di mana proses belajarnya relatif masih konvensional (tatap muka), yang sesungguhnya sudah tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan pendidikan untuk masyarakat yang semakin kompleks, memerlukan inovasi dan media yang mampu menangulanginya. Penulis berasumsi bahwa, dengan diselenggarakannya program pendidikan jarak jauh seperti Program Belajar Paket A dan Paket B, SMP Terbuka yang didirikan pada tahun 1979, Universitas Terbuka sejak tahun 1984, serta pendidikan guru tertulis pada tahun 1955, dan program pendidikan dan pelatihan jarak jauh di berbagai departemen (A.P. Hardhono, 1997), termasuk usaha menuntaskan program Wajar 9 tahun dengan memakai sistem pendidikan jarak jauh, adalah fakta bahwa pendidikan konvensional (tatap muka) tak mampu lagi memenuhi kebutuhan pendidikan masyarakat hampir di semua jenis dan jenjang. Keterbatasan ini dikarenakan oleh beberapa kendala, di antaranya. Pertama, kendala dari pihak pemerintah yaitu terbatasnya dana untuk menambah lahan, gaji tenaga pengajar, serta terbatasnya sumber daya manusia yang akan menjadi pengajar pada institusi yang akan dibangun. Kedua, kendala dari pihak peserta belajar (masyarakat) itu sendiri yaitu, selain jauhnya jarak tempat tinggal dengan pusat sekolah, juga sebagian besar di antara mereka telah bekerja. Berdasarkan pernyataan diatas, maka nampaklah bagi kita bahwa metode yang ada saat ini tidak lagi menjamin untuk menghasilkan kualitas sumberdaya manusia dalam dunia pendidikan. Hal ini menyebabkan perkembangan pendidikan yang ada sat ini cenderung tertinggal dibandingkan dengan Negara lainnya.
Ironisnya, guru masih sedikit sekali menggunakan media internet ini sebagai media pembelajaran, kemungkinan disebabkan kurang pahamnya guru menggoperasikan komputer, sehingga timbul rasa keminderan dalam diri seorang guru untuk mengajak siswanya belajar dengan menggunakan media internet , padahal mau tidak mau kita tidak mungkin terhindar dari teknologi komonikasi dan informasi. Banyak hal yang dapat dilakukan seorang guru agar mampu menyesuaikan diri dalam era pembelajaran yang semakin canggih, terutama menggunakan media internet. , Kompetensi guru harus lebih ditingkatkan, misal dengan mengikuti pelatihan yang berbasis komputer, kursus-kursus, dan sekolah agar lebih tanggap untuk mengirim guru-gurunya mengikuti pelatihan pelatihan, baik yang diselenggarakan oleh dinas pendidikan maupun sekolah- sekolah lain, dan memberikan kesempatan yang sama kepada guru-guru untuk dapat lebih aktif dalam mengikuti pelatihan yang berbasis komputer, serta mengadakan pelatihan komputer secara internal dilingkungan sekolah

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
174
masing-masing. Bila hal itu dapat kita lakukan mudah-mudahan dapat sedikit mengurangi jumlah guru yang sangat elergi terhadap komputer, dan dapat melakukan proses belajar dikelas dengan menggunakan media internet.
Dengan fasilitas yang dimilikinya, internet menurut Onno W. Purbo (1998) paling tidak ada tiga hal dampak positif penggunaan internet dalam pendidikan yaitu: (a). Peserta didik dapat dengan mudah mengambil mata kuliah dimanapun di seluruh dunia tanpa batas institusi atau batas negara. (b) Peserta didik dapat dengan mudah berguru pada para ahli di bidang yang diminatinya. (c). Kuliah/belajar dapat dengan mudah diambil di berbagai penjuru dunia tanpa bergantung pada universitas/sekolah tempat si mahasiswa belajar. Di samping itu kini hadir perpustakan internet yang lebih dinamis dan bisa digunakan di seluruh jagat raya.
Pendapat ini hampir senada dengan Budi Rahardjo (2002). Menurutnya, manfaat internet bagi pendidikan adalah dapat menjadi akses kepada sumber informasi, akses kepada nara sumber, dan sebagai media kerjasama. Akses kepada sumber informasi yaitu sebagai perpustakaan on-line, sumber literatur, akses hasil-hasil penelitian, dan akses kepada materi kuliah. Akses kepada nara sumber bisa dilakukan komunikasi tanpa harus bertemu secara fisik. Sedangkan sebagai media kerjasama internet bisa menjadi media untuk melakukan penelitian bersama atau membuat semacam makalah bersama.
Internet sebagai media pendidikan memiliki banyak keunggulan,. Namun tentu saja memiliki kelemahan; seperti yang disampaikan oleh Budi Rahardjo (2002) adalah infrastruktur internet masih terbatas dan mahal, keterbatasan dana, dan budaya baca kita masih lemah. Di sinilah tantangan bagaimana mengembangkan model pembelajaran melalui internet. Dengan begitu guru- guru akan mengatakan ”Siapa takut” ketika dihadapkan pada internet yang menyimpan segala informasi dan sebagai sumber belajar siswa dan guru di dalam kelas.
Guna menjembatani ketimpangan dan kelemahan diatas, maka kehadiran teknologi informasi, terkhususnya internet sangat penting dan mutlak dalam memenuhi kebutuhan dalam dunia pendidikan. Oleh karena itu, Asep Saepudin (2005) menyatakan beberapa manfaat kehadiran teknologi informasi terkhususnya internet: Pertama, hampir dapat dipastikan bahwa setiap kantor telah memiliki dan menggunakan komputer. Demikian juga pada setiap keluarga, terutama diperkotaan komputer sudah menjadi fasilitas biasa dan dapat dioperasikan oleh hampir semua anggota keluarga. Jumlah keluarga yang mempunyai komputer menunjukan peningkatan sebagai hasil kemajuan dari perkembangan ekonomi. Ini berarti bahwa jumlah masyarakat yang mempunyai akses terhadap komputer meningkat dari waktu ke waktu. Oleh karena itu, program pendidikan berbasis komputer dapat dikembangkan untuk kelompok (masyarakat) ini. Kedua, proses penyampain materi ajar yang akan ditransformasikan kepada peserta belajar dapat lebih efektif dan efisien, karena di Indonesia sudah banyaknya dibuat software pendidikan oleh para pakar komputer, walaupun tergolong pada fase “early stage” dan bersifat sporadis dan belum terkoordinir dengan baik. Saat ini sudah banyak software pendidikan yang bermutu tinggi, namun biasanya software tersebut adalah buatan luar negeri sehingga muncul kendala baru yaitumasalah bahasa Inggris.
Strategi pembelajaran yang meliputi pengajaran, diskusi, membaca, penugasan, presentasi dan evaluasi, secara umum keterlak sanaannya tergantung dari satu atau lebih tiga model dasar dialog atau komunikasi sebagai berikut ( Boettcher, 1999)
(a) komonikasi antara guru dengan siswa,
(b) komonikasi antara siswa dengan sumber belajar, dan
(c) komonikasi siswa dengan siswa.
Apabila ketiga aspek tersebut dapat diselenggarakan dengan komposisi yang serasi, maka diharapkan akan terjadi proses pembelajaran yang optimal. Pakar pendidikan menyatakan bahwa keberhasilan pencapaian tujuan dari pembelajaran sangat ditentukan oleh keseimbangan antara ke3 aspek tersebut (Pelikan, 1992).
Institusi pendidikan yang akan menyelenggarakan pembelajaran berbasis internet biasanya menggunakan Web Enhanced Course, yaitu pemanfaatan internet sebagai penunjang peningkatan kualitas kegiatan belajar mengajar dikelas. Bentuk ini juga dikenal dengan nama Web life course, karena kegiatan pembelajaran utama adalah tatap muka dikelas antara guru dan siswa. Masalahnya adalah mampukah sekolah menyediakan fasilitas yang dapat menciptakan internet sebagai media pembelajaran ?, siapakah yang bertanggung jawab agar terwujudnya sekolah berbasis internet tersebut ?
Sekolah merupakan sebuah sistem yang tidak dapat dipisahkan antara subsistem dengan sub sistem lainnya yaitu meliputi pihak sekolah, pemerintah daerah dan pemrintah pusat,komite sekolah, dan peran masyarakat.

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
175
Sekolah yang ingin memanfaatkan internet sebagai media pembelajaran harus bisa diberi otonomi dan keluwesan-keluwesan yang lebih besar dalam mengelola sumberdaya pendidikan di sekolah tersebut. Hal ini akan mengingatkan kita pada Manajemen Berbasis sekolah (MBS), adanya keberagaman dalam mengelola sekolah, asal tetap dalam koridor kebijakan pendidikan nasional. Implementasi dari MBS tersebut adalah sebagai berikut :
1. sekolah lebih memperbanyak mitranya dan melibatkan mereka dalam Penyelenggaraan sekolah, diantaranya komite, Lembaga swadaya Masyarakata, sektor swasta, organisasi profesi dan orang tua.
2. Bangun kapisitas sekolah yang meliputi perencanaan, sumber daya manusia, kurikulum, kesiswaan, sarana dan prasarana, pendanaan, kepemimpiana oranisasi, administrasi, dll.
3. Membuat rencana pengembangan sekolah yang dijiwai oleh MBS (otonomi, partisipasi, keterbukaan, akuntabilitas, kerjasama dan subainabilitas) yang isinya antara lain: (a) visi, misi, strategi, tujuan, dan sasaran, (b) identifikasikan urusan-urusan sekolah yang dperlukan untuk mencapai setiap sasran. (c) sekolah melakukan analisis SWOT untuk mengetahui tingkat kesiapan setap faktor dalam setiap urusan / atau fungsi sekolah (d) pilihlah langkah – langkah pemecaahan persoalan, (e) buatkan rencana dari rincian program untuk merealisasikan rencana.
Bila kita melihat konteks diatas maka, sekolah akan mampu menciptakan pembelajaran yang berbasis internet dengan melibatkan semua pihak, dan adanya keterbukaan serta mampu membuat program yang baik dengan melakukan kerjasama kepada semua pihak dan setiap guru mampu meningkatkan kompetensinya dalam penguasaan komputer, sehingga diharapkan dapat memanfaatkan media internet sebagai media pembelajaran di kelas/ di sekolah.
Karena walau bagaimanapun kita tidak bisa terhindar dari globalisasi yang salah satunya adalah meningkatkan pembelajaran teknologi komonikasi dan informasi. Dengan demikian, terlihat bahwa media lain yang selama ini telah dipergunakan sebagai media pendidikan secara luas, internet juga mempunyai peluang yang tak kalah besarnya, dan bahkan mungkin karena keunikannya yang bisa mengakses segala informasi dari penjuru dunia. Internet bisa menjadi media pembelajaran yang paling terkemuka dan dipergunakan secara luas disekolah- sekolah, terutama sekolah yang berstandar Nasionan dan Skolah Berstandar Internasioanl, Siapkah kita sebagai guru, melakukan itu ?
Berdasarkan pemahaman di atas, nampaklah bagi kita bahwa kehadiran internet dalam dimensi pendidikan merupakan suatu hal yang mutlak, dan sudah merupakan kebutuhan. Sebagai suatu kebutuhan, maka kehadiran internet pada dasarnya sangat membantu dunia pendidikan untuk mengembangkan situasi belajar mengajar yang lebih kondusif dan interaktif. Dimana para peserta didik tidak lagi diperhadapkan dengan situasi yang lebih konvensional, namun mereka akan sangat terbantu dengan adanya metode pembelajaran yang lebih menekankan pada aspek pemakaian lingkungan sebagai sarana belajar. Oleh karena itu, Elangoan, 1999, Soekartawi, 2002; Mulvihil, 1997; Utarini, 1997, dalam soekartawi (2003), menyatakan bahwa internet pada dasarnya memberikan manfaat antara lain:
1) Tersedianya fasilitas e-moderating di mana guru dan siswa dapat berkomunikasi secara mudah melalui fasilitas internet secara regular atau kapan saja kegiatan berkomunikasi itu dilakukan dengan tanpa dibatasi oleh jarak, tempat dan waktu.
2) Guru dan siswa dapat menggunakan bahan ajar atau petunjuk belajar yang terstruktur dan terjadual melalui internet, sehingga keduanya bisa saling menilai sampai berapa jauh bahan ajar dipelajari;
3) Siswa dapat belajar atau me-review bahan ajar setiap saat dan di mana saja kalau diperlukan mengingat bahan ajar tersimpan di komputer
4) Bila siswa memerlukan tambahan informasi yang berkaitan dengan bahan yang dipelajarinya, ia dapat melakukan akses di internet secara lebih mudah.
5) Baik guru maupun siswa dapat melakukan diskusi melalui internet yang dapat diikuti dengan jumlah peserta yang banyak, sehingga menambah ilmu pengetahuan dan wawasan yang lebih luas.
6) Berubahnya peran siswa dari yang biasanya pasif menjadi aktif;
7) Relatif lebih efisien. Misalnya bagi mereka yang tinggal jauh dari perguruan tinggi atau sekolah konvensional, bagi mereka yang sibuk bekerja, bagi mereka yang bertugas di kapal, di luar negeri, dsb-nya.
Manfaat internet pada dasarnya tidak terlepas dari kekurangan-kekurangan yang ada. Hal ini sangat tergantung pada institusi pendidikan, apalagi jikalau metode ini dipergunakan maka akan berimplikasi pada:

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
176
1) ketersediaan sarana pendukung yang harus menunjang;
2) ketersediaan jaringan internet yang memadai;
3) serta perlu pula didukung oleh tingkat kecepatan yang memadai.
Di lain pihak, Bullen, (2001), Beam, (1997), dalam Soekartawi (2003:5), menyatakan bahwa kelemahan penggunaan internet adalah :
1) Kurangnya interaksi antara guru dan siswa atau bahkan antar siswa itu sendiri. Kurangnya interaksi ini bisa memperlambat terbentuknya values dalam proses belajar dan mengajar;
2) Kecenderungan mengabaikan aspek akademik atau aspek sosial dan sebaliknya mendorong tumbuhnya aspek bisnis/komersial;
3) Proses belajar dan mengajarnya cenderung ke arah pelatihan daripada pendidikan;
4) Berubahnya peran guru dari yang semula menguasai teknik pembelajaran konvensional, kini juga dituntut mengetahui teknik pembelajaran yang menggunakan ICT; 5) Siswa yang tidak mempunyai motivasi belajar yang tinggi cenderung gagal;
6) Tidak semua tempat tersedia fasilitas internet (mungkin hal ini berkaitan dengan masalah tersedianya listrik, telepon ataupun komputer); 7) Kurangnya tenaga yang mengetahui dan memiliki ketrampilan soal-soal internet.
Berdasarkan pemahaman di atas, maka nampaklah bagi kita bahwa internet pada dasarnya memiliki peranan yang cukup besar dan sangat penting dalam pengembangan pendidikan. Namun hal ini juga perlu ditunjang oleh ketersediaan sarana-prasarana yang mendukung, serta kesiapan pendidikan dan peserta didik untuk beradaptasi dengan teknologi internet.
V. Penutup
5.1. Kesimpulan
Internet memberikan kemudahan bagi kita di dalam mengembangkan pendidikan dan pengajaran. Internet menjadi learning solutions yang efektif dan efisien. Kehadiran internet untuk saat ini sudah menjadi kebutuhan bagi siapa saja, tidak terbatas hanya pada pelaku bisnis, namun hal ini juga udah merambah dalam berbagai bidang, terutama dunia pendidikan. Namun untuk menjadikan internet sebagai basis pengajaran, kelemahan utamanya adalah ketersediaan sarana prasarana pendukung seperti jaringan internet, ketersediaan komputer, dan berbagai sarana lainnya yang mesti disediakan. Selain itu, perlu juga didukung dengan tingkat akses yang memadai.
Internet bukanlah pengganti sistem pendidikan. Kehadiran internet lebih bersifat suplementer dan pelengkap. Metode konvensional tetap diperlukan, hanya saja dapat dimodifikasi ke bentuk lain. Metode talk dan chalk dimodifikasi menjadi online conference.
5.2. Saran-saran
Untuk mencapai tingkat pembelajaran yang efektif, maka sudah semestinya setiap institusi pendidikan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi. Oleh karena itu, sudah saatnya kita perlu memikirkan pemanfaatan teknologi informasi internet dalam setiap pengembangan kurikulum dan bahan ajar di setiap sekolah, maka nampaklah bagi kita bahwa internet pada dasarnya memiliki peranan yang cukup besar dan sangat penting dalam pengembangan pendidikan. Namun hal ini juga perlu ditunjang oleh ketersediaan sarana-prasarana yang mendukung untuk mencapai tingkat pembelajaran yang efektif dan efisien.

DAFTAR PUSTAKA
Alim Bahri, Manfaat Elearning / E-Learning - Pembelajaran Online via Internet atau Intranet Services, http://www.ubb.ac.id/menulengkap.php?, Webpage diakses pada tanggal 15 September 2010.
Ardy Prasetyo, Pemanfaatan Internet Sebagai Media Pembelajaran, http://ardyprasetyo.wordpress.com, Webpage diakses pada tanggal 5 September 2010.
Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Direktorat Pendidikan Menengah Umum, 2003, Inovasi Pembelajaran.
Dwi Z. Sanjaya, S.Sos, Pembelajaran Berbasis Internet , Siapa Takut !
Hernowo, 2007, Menjadi Guru Kreatif, Jakarta : Mizan.

CAKRAWALA,VOL XII NO. 2 SEPTEMBER 2012
177
Http://elearning.bsi.ac.id/index.php?, Webpage diakses pada tanggal 28 Maret 2012.
M. Basyiruddin Usman, H. Asnawir, 2002, Media Pembelajaran, Jakarta : Ciputat Press
M. Gorky Sembiring, 2008, Menjadi Guru Sejati, Penerbit: Galangpress Group
P. Suparno, SJ., dkk., 2002, Reformasi pendidikan: sebuah rekomendasi, Penerbit Kanisius.
Rizali Ahmad, Indra Djati Sidi, Satria Dharma, 2009, Dari Guru Konvensional Menuju Guru Profesional, Jakarta: Grasindo.
Yusufhadi Miarso, 1984, Teknologi komunikasi pendidikan: pengertian dan penerapannya di Indonesia, Jakarta: Rajawali.
Yusufhadi Miarso, 1986, Pu, Media pendidikan: pengertian, pengembangan dan Pemanfaatannya, Jakarta : Penerbit Rajawali.

Thursday, January 21, 2016

Kisahku di awal Tahun 2016

Sebelum memasuki tahun 2016, tepatnya pada tanggal 29 September 2015 dengan modal yang sangat minim Andi mencoba mewujudkan salah satu impian lama, yaitu memiliki rumah, dan tepat tanggal tersebut Andi melakukan proses wawancara untuk pembelian Rumah yang terletak di daerah Tambun, Bekasi.
Adapun proses wawancara dilakukan di Bank BTN Kranji. Satu bulan setelah proses wawancara, Andi dapat panggilan ketempat yang sama untuk melakukan Akhad kredit Kepemilikan Rumah yang tepatnya pada hari Kamis tanggal 29 Oktober 2015, sehingga sejak tanggal tersebut Andi memiliki Rumah sendiri yang terletak di tepi Ibu kota Jakarta yaitu di Tambun Bekasi(orang menyebut "Planet Lain"). Pada tanggal 27 Desember 2015 Andi mulai menempati rumah baru yang terletak di Tambun Bekasi. Jadi masuk di tahun baru 2016 Andi mulai hidup dengan lingkungan baru yang sangat berbeda dengan kehidupan sebelum-sebelumnya. Alhamdulillah pada saat pindahan dan menempati rumah baru ada keluarga yang membantu dan menemani, meskipun hanya sebentar (satu minggu), tapi itu sangat-sangat membantuku. Dengan dana yang sangat terbatas, Andi membuat pagar depan dan membuat dapur di belakang rumah untuk kenyamanan.



Dikarenakan ponakan yang harus masuk sekolah dan kuliah jadi kakak dan ponakan-ponakan terpaksa harus kembali pulang ketempat masing-masing dan melakukan aktifitasnya seperti biasanya, jadi pembuatan pagar dan dapur masih belum selesai 100%, karena Andi pun juga harus mulai beraktifitas bekerja dan mengajar. Mulai tanggal 4 Januari Andi menempuh rute terbaru untuk menuju ke kantor dan juga ke kampus. Perjalanan yang cukup jauh dan berlipat-lipat jaraknya jika dibandingkan dengan perjalanan yang sebelumnya. Jarak dari Rumah sekarang ke kantor rata-rata memakan waktu 90 menit dengan jarak sekitar 31 kilometer. Meskipun jauh dan memakan waktu yang lama, Andi tetap berusaha untuk bisa menjalaninya dengan sabar, enjoy dan semangat. Meskipun jauh dan lama tapi karena sekarang rumah sendiri yang di tempati, jadi Andi tetap semangat dan enjoy. Dulu sebelum punya rumah sendiri Andi masih kost/mengontrak di daerah Jakarta Timur dan sebelumnya di daerah Jakarta barat. Alhamdulillah puji syukur selalu Andi panjatkan untuk Alloh SWT, Thanks to Alloh atas segala rahmat dan nikmatMu.....

Wednesday, January 6, 2016

KESIAPAN DALAM MENGHADAPI MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN)

KESIAPAN DALAM MENGHADAPI MEA (MASYARAKAT EKONOMI ASEAN)

Pada akhir 2015 masyarakat Indonesia bahkan seluruh masyarakat ASEAN yang terdiri dari  Indonesia, Cambodia, Brunei, Vietnam, Myanmar, Philippines, Malaysia, Thailand, Singapore dan Laos rame-rame membicarakan MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN) yang sudah dimulai sejak tanggal 1 Januari 2016. Dengan adanya MEA kita akan bersaing pada delapan bidang keahlian melalui skim ASEAN Economic Community (AEC) yang Kerjasama ini dibuat dengan tujuan supaya kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh 10 negara bebas dalam aliran investasi, tenaga kerja terlatih, jasa dalam hal penjualan/pembelian barang. Negara Indonesia ikut dalam MEA ini dikarenakan untuk dapat meningkatkan Perekonomian Nasional. Pertumbuhan ekonomi suatu negara merupakan hal yang sangat penting dicapai karena setiap negara menginginkan adanya proses perubahan perekonomian yang lebih baik dan ini akan menjadi indikator keberhasilan pembangunan ekonomi suatu negara.
Dalam menghadapi MEA tentunya kita harus menyiapkan dari segala sisi termasuk salah satunya Sumber Daya Manusia (SDM). Selain Sumber Daya Manusia ada beberapa factor yang perlu kita siapkan antara lain, faktor sumber daya alam, faktor ilmu pengetahuan dan teknologi, faktor  budaya dan faktor daya modal. Dari sisi ilmu pengetahuan dan teknologi sudah pasti pendidikan terutama Perguruan tinggi turut berperan. BSI (Bina Sarana Informatika) salah satu perguruan tinggi swasta yang terkemuka di Indonesia mempunyai peran yang sangat penting dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berilmu dan berkualitas.  Lalu, jika melihat bagaimana Indonesia mengelola kelima faktor tersebut, beberapa faktor masih belum dapat dimaksimalkan untuk itu Indonesia dan sembilan negara lainnya membentuk ASEAN Community 2015 atau Komunitas ASEAN 2015 dengan tujuan yang baik. 
Ada beberapa pandangan bahwa Indonesia dinilai belum siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Namun banyak peluang yang dapat kita lihat dari Ekonomi ASEAN 2015 ini. Banyak kalangan yang merasa ragu dengan kesiapan Indonesia dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015. Dalam kekhawatiran mengenai terhantamnya sektor-sektor usaha dalam negeri kita, jika kita mengingat bagaimana hubungan bilateral Indonesia dengan China. Kini China mampu menguasi pasar domestik kita yang pada akhirnya dapat mengganggu stabilitas Indonesia. Berdasarkan fakta peringkat daya saing Indonesia periode 2012-2013 berada diposisi 50 dari 144 negara, masih berada dibawah Singapura yang diposisi kedua, Malaysia diposisi ke dua puluh lima, Brunei diposisi dua puluh delapan, dan Thailand diposisi tiga  puluh delapan. Melihat kondisi seperti ini, ada beberapa hal yang menjadi faktor rendahnya daya saing Indonesia menurut kajian Kementerian Perindustrian RI yaitu kinerja logistik, tarif  pajak, suku bunga bank, serta produktivitas tenaga kerja. Dalam sektor tenaga kerja Indonesia perlu meningkatkan kualifikasi pekerja, meningkatkan mutu pendidikan serta pemerataannya dan memberikan kesempatan yang sama kepada masyarakat. Selain itu, perlu adanya sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai adanya Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sehingga mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kita akan mampu menghadapi berbagai macam tantangan dalam. Indonesia harus banyak belajar dari pengalaman  pelaksanaan free trade agreement (FTA) dengan China, akibatnya China menguasai pasar komoditi Indonesia.
Tujuan dibuatnya Ekonomi ASEAN 2015 adalah untuk meningkatkan stabilitas  perekonomian dikawasan ASEAN, dengan dibentuknya kawasan ekonomi ASEAN 2015 ini diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah dibidang ekonomi antar negara ASEAN, dan untuk di Indonesia diharapkan tidak terjadi lagi krisis seperti tahun 1997, dan berharap dengan adanya MEA dapat menyetarakan kesejahteraan ekonomi masyarakat ASEAN sehingga tidak ada kesenjangan pertumbuhan perokonomian di wilayah ASEAN.
Kesiapan yang harus dihadapi oleh diri sendiri dalam menghadapi MEA ini yaitu kita harus mempunyai Hard Skill dan Soft Skill yang dapat nanti diperjual belikan di dalam dunia industri, supaya kita tidak kalah dengan negara-negara ASEAN lainnya. Skill yang harus kita miliki yaitu berupa : Leadership, Public speaking, Bahasa Asing, Project Management.
Dalam menghadapi MEA ini, perguruan tinggi harus dapat bersaing di dalam menghadapi MEA, agar tidak tersingkirkan dari dunia pendidikan tinggi nasional. Maka kualitas dari lulusan perguruan tinggi harus mempunyai kompetensi yang sesuai dengan bidanganya. Perguruan tinggi harus dapat mengorietasikan pada peningkatan kualitas kelembagaan dan sumber daya yang dapat menghasillanm sebuah karya yang memiliki inovatif dan bermanfaat bagi masyarakat. Sumber daya manusia yang mempunyai kualitas yang bagus berawal dari dosen yang mengajar, menulis sebuah karya ilmiah, melakukan penelitian serta dapat menghasilkan karya yang fenomenal.
Mulai 1 Januari 2016 MEA sudah berjalan, Bagaimanapun Indonesia harus siap dalam menghadapi MEA dan kita sebagai warga negara Indonesia harus dapat mengambil manfaat dari pemberlakuan MEA demi kesejahteraan masyarakat Indonesia khususnya dan masyarakat ASEAN pada umumnya. (ASY)


Tuesday, November 3, 2015

DAFTAR KODE DOSEN KAMPUS BINA SARANA INFORMATIKA (BSI)

Untuk mempermudah mahasiswa/i BSI khususnya mahasiswa yang masih baru yang merasa kesulitan mencari nama-nama dosen BSI, berikut saya posting kode Dosen berikut Nama-namanya:
AAB-Ari Abdillah
AAE - Arum Anggraeni
AAF - Ahmad Rafik
AAH - Agry Alfiah
AAK - Ali Akbar Rismayadi
AAM - Aam Minudin
AAN - Andrian
AAR - Aan Rahman
AAV - Adelia Alvi Yana
AAY - Aris Hidayat
ABD - Abdullah Syafii
ABG - Adianta Sebayang
ABH - Abdul Hakim
ABL - Agung Baitul H
ABN - Achmad Budiman Sudarsono
ABO - Agus Bagianto
ABQ - Achmad Baroqah Pohan
ABS - Abu Sofyan
ABU - Aditya Baruna Suputra
ABW - Anita B Wandanaya
ACB - Arcadius Benawa
ACD - Achmad Dahlan
ACF - Achmad Rifai
ACM - Abdurachman Ichsan Maulana
ACR - Achmad Bachru Rozak
ACS - Achmad Sumbaryadi
ACY - Achmad Syahlani
ADB - Andy Sarbini
ADC - Ade Christian
ADD - Ade Diana
ADE - Andrie Abrianto
ADF - Ade Fitriani
ADH - Abdul Hamid
ADI - Andi
ADO - Abdul Rohmad
ADQ - Ahmad Baihaqi
ADU - Andu Suherman
AED - Andreas Rudiwantoro
AEF - Arief Rusman
AEK - Alsen Medikano
AEP - Asep
AER - Agus Dendi Rachmatsyah
AEU - Ahmad Sehu
AFF - Arifah Afiyanti
AFI - Achmad Fauzi
AFK - Arif Kurniawan
AFN - Andi Arfian
AFP - Arfhan Prasetyo
AFR - Ade Fitria Lestari
AFT - Arif Hidayat
AFX - Ahmad Fadila
AFZ - Ahmad Fauzi
AGE - A.A Gede Ajusta
AGG - Anggun Widiyani
AGH - Ari Yuningsih
AGI - Anggryadi
AGN - A. Gunawan
AGO - Anjar Nugroho
AGP - Agus Priadi
AGT - Agus Setiawan
AGU - Agus Fauzi
AGX - Adri Sagita
AGZ - Ahmad Gozali
AHB - Ahmad Hary Abrizal H
AHH - Achmad Nurhadi
AHK - Andi Diah Kuswanto
AHM - Ahmad
AHP - Adhy Purnama
AHQ - Andika Hendra Mustaqim
AHR - Arvin Hardian
AHS - Arkhadius
AHU - Akhmad Hairul Umam
AHY - Ahmad Ryad
AHZ - Al Ghazali
AIA - Alief Indita Agustiyani
AIE - Arief Satriansyah
AIF - Ahmad Rifai
AIG - Arlisa Mai Ningtiyas
AIH - Agni Isador Harsappranata
AIL - Astrilyana
AIM - Andi Martias
AIN - Amrin
AIP - Agustina Indah Puspita R
AIR - Ardi Asmara
AIS - Adhi Dharma Suriyanto
AIW - Ai Illah Warnilah
AIY - Andriansah
AIZ - Aziz Setyawan Hidayat
AJE - Amran MJ Sinaga
AJG - Ajeng Hidayati
AJR - Anjas Ramadhani
AJS - Aji Sumandito
AJY - Arjulayana
AKA - Andry Kusuma Wardhana
AKF - Ahmad Al Kaafi
AKG - Aliffah Kusumaningrum
AKH - Akik Hidayat
AKI - Andika Sukandi
AKJ - Ady Kusnajaya
AKM - Akmaludin
AKO - Agung Sasongko
AKR - A. Kinawi R
ALB - Arnaldy Akbar
ALF - Ali Fikri
ALH - Ali Haidir
ALL - Amalliah
ALM - Ali Imron
ALP - Aprilia Puspasari
ALU - Ali Idrus
ALW - Ade Soelistyowati
ALY - Abdul Lukman Yusuf
ALZ - Alfizar
AMA - Akhmad Dharma Kasman
AMB - Ade Mubarok
AMG - Ahmad Sugondo
AMH - Ahmad Hulaliyah
AMI - Ahmad Ishaq
AMJ - Anom Jati Santoso
AMK - Amirul Mukminin
AML - Ade Sri Mulyani
AMM - Aminullah Muhrim
AMN - Adi Muhajirin
AMP - Arman Syah Putra
AMR - Amir
AMS - Ahmad Setiadi
AMW - Achmad Munawar
AMY - Ahmad Yani
AMZ - Achmad Maulizal
ANB - Ary Iswanto Wibowo
ANF - Anggun Nurfitayana
ANI - Ani Solihat
ANJ - Adi Munajat
ANN - Arsanto Narendro
ANP - Arfan Sansprayada
ANS - Anisti
ANT - Anton
ANV - Anna Noviana
ANX - Annisa
AOH - Ayu Setioningsih
AOI - Ahmad Toni
AOS - Ani Oktarini Sari
AOU - Aryanto Nur
AOV - Anggi Oktaviani
APN - Asep Herman
APO - Apriyanto
APR - Anggi Puspita Sari
APS - Acep Suherman
APW - Anita Primastiwi
APY - Agus Priyono
AQI - Ahmad Rifqi
ARC - Any Rachmawati
ARD - Ade Rina Farida
ARF - Arifuddin
ARG - Argo Bawono
ARI - Andi Ruswandi
ARK - Ani Rakhmanita
ARN - Abdur Rahman Setiawan
ARO - Ali Ridho
ARR - A. Rochman Raharjo
ASF - Anastasia Siwi Fatma Utami
ASH - Agus Hamdi
ASJ - Agus Junaidi
ASL - Amin Setio Lestiningsih
ASM - Agus Salim
ASO - Agus Sunanto
ASP - Adi Supriyatna
ASS - Akhmad Syafrudin Syahri
AST - Astari
ASY - Andi Saryoko
ATD - Agustiena Merdekawati
ATF - Adityo Fajar
ATG - Asrah Tandirerung
ATI - Agus Tri Indah K
ATJ - Andry Trijumansyah
ATK - Aryo Tunjung Kusumo
ATM - Astriana Mulyani
ATN - Apriyanti Ningrum
ATS - Artika Surniandari
ATU - Astrid Karestia Suryadi
ATY - Atun Yulianto
AUA - Agus Suhaila
AUB - Asadul Usud Boyratan
AUF - Ade Ulfa Riani
AUH - Anna Mukhayaroh
AUI - Ali Khumaidi
AUK - Anna Yuliarti Khodijah
AUL - Ahmad Rais Ruli
AUM - Ade Surya Budiman
AUN - Aris Sunaryo
AUO - Ari Nuryanto
AUS - Agus Santoso
AUT - A. Sudrajat
AUX - Andri Lukmana
AVE - Astried Silvanie
AVL - Ahmad Nouvel
AVO - Ardhiana Revianto R
AVP - Agtovia Frimayasa
AWD - Ananditya Soewandar
AWI - Ani Wijayanti
AWN - Andrie Kurniawan
AWO - Agung Wibowo
AWY - Argo Widyasworo
AYA - Asep Dony Suhendra
AYE - Andhini Mayra Anggraini
AYL - Aryadillah
AYM - Aryo Mufti
AYO - Ade Suryanto
AYR - Ani Yoraeni
AYS - Ary Sulismawati
AYT - A Yuda Triantanto
AYU - Ardi Yuanto
AYX - Aryati
AYY - Asriyani Sagiyanto
AZD - Ais Zakiyudin
AZR - Ahmad Zamroni
AZS - Azis Sukma Dhiana
AZU - Ade Zaenudin
BAP - Budi Anton P.Panjaitan
BAR - Budiman Akbar
BAS - Budi Arief Setiawan
BAW - Bilal Abdul Wahid
BBB - Belsana Butar Butar
BBJ - Bambang Junadi
BBS - Bibit Sudarsono
BDS - Budi Supriyadi
BFI - Budi Prayogi
BFS - Bisma Fabio Santabudi
BGH - Bilgah
BHM - Brahim
BHN - Budi Hartono
BHY - Bambang Haryono
BIO - Baginda Oloan
BIR - Bisri
BIS - Budi Santoso
BKY - Bambang Kelana Simpony
BML - Badar Murifal
BMS - Bekti Maryuni Susanto
BNS - Bilson Hardianto Sitorus
BNU - Binu Nuryadi
BPO - Bambang Purwanto
BRF - Bachtiar Rifai
BRO - Busro
BST - Budi Sudrajat
BTN - Baiatun Nisa
BWO - Bambang Wijonarko
BWP - Bowo Putranto
CAN - Achmad Sutisna
CCN - Cicih Nuraini
CCY - Chanifatul Chairiyah
CKA - Chandra Kesuma
CKN - Chalid Kabiran
CLT - Carleontz Trisukma A
CMA - Corie Mei Hellyana
CRA - Camelia Chandra
CRS - Catur Ragil Sutrisno
CSN - Chusminah SM
CTA - C. Triyudho Heru Umboro
CTH - Cipto Harsono
CWA - Chandra Wardhana
DAA - Dina Andriana
DAD - Doni Andriansyah
DAE - Dewi Asri Erdianty
DAH - Dedeh Afifah
DAK - Dinar Ajeng Kristiyanti
DAM - Dinda Ayu Muthia
DAT - Dwi Anti
DBP - Dian Berliansyah Putra
DCA - Dhani Cahyo Ardi
DCP - Duwi Cahya Putri Buani
DCU - Dani Chandra Utama
DDA - Didih Aditiyawaman
DDD - Dedi Supriadi
DDI - Didin Saepudin
DDJ - Dodo Sunjoyo
DDN - Dedy Syahyuni
DDP - Dedi Prasetya
DDS - Didik Suharsono
DDT - Diah Pradiatiningtyas
DEA - Denny Erica
DEL - Daniel
DEY - Deden Edwar Yokeu B
DFS - Dede Firmansyah Saefudin
DFY - Donald Sarif Yanto
DGE - Dirgahayu Erri
DGG - David Rogate Situmeang
DGR - Dhani Sugiharto
DHI - Dadang Hamidi
DHW - Diah Wijayanti
DIE - Dini Setyorini
DIK - Adika May Sari
DJL - Djurdjur Luciana R
DJO - Djoko Sumartono
DKH - Dicky Hariyanto
DKI - Dian Kasoni
DKM - Dewi Kulsum
DKO - Denis Kristianto
DKS - Dedi Kurnia Syah Putra
DKW - Djoko Winanto
DLN - Dede Suleman
DLS - Dahlia Sarkawi
DMA - Desmira
DMN - Dian Mohamad Anwar
DMS - Dina Purnama Sari
DMT - Damayanti
DMU - Diki Mega Umbara
DMW - Deni Mugni Wijaya
DMY - Desmulyati
DNF - Donni Noviandi Rafdi
DNI - Dwi Nitasari
DOA - Dini Octoria
DOO - Darmono
DOS - Daniel Oktodeli S
DPA - Doni Purnama Alam Syah
DPB - Donny Purwa Ambara
DPI - Denny Pribadi
DPK - Devy Putri Kussanti
DPO - Doni Prianto
DPP - Diaz Paramanda Putera
DPR - Detri Puspita Sari
DPS - Diah Puspitasari
DPW - Dwiyatmoko Puji Widodo
DPY - Dwinanto Priyo S
DRB - Dewi Retno Budiastuti
DRF - Dinar Riftiasari
DRO - Dadi Rohandi
DRP - David Revindo P
DRW - Derry Wiliandani
DSA - Diki Saputra
DSD - Danar Septia Hadi
DSE - Desy Setyorini
DSI - Dedi Suharyadi
DSM - Darussalam
DSN - Dessy Suryani
DSO - Dani Siswardhani Wahjono
DSR - Desriyani
DST - Dedi Saputra
DSW - Dudi Setiawan
DTB - Diana Tambunan
DTN - David Tambunan
DTS - Diah Triana Sari
DTT - Dwi Hartanto
DUA - Dian Maulita
DUG - Dudih Gustian
DVF - Devy Ferdiansyah
DWA - Darma Wijaya
DWG - Deasy Purwaningtias
DWI - Desrikawati
DWL - Dewi Laraswati
DWN - Dewi Nuryanti
DWS - Dewi Sad Tanti
DWY - Dewi Yuliandari
DYF - Dadang Yusuf
DYG - Dini Wahyuningtias
DYO - Daryanto
DYS - Deddy Supriadi
DYU - Dwi Yuni Utami
DYY - Devy Sofyanty
EAP - Eva Argarini Pratama
ECA - Evicienna
ECR - Eka Chandra Ramdhani
EDD - M. Isa P. Koesoemadinata
EDM - Edy Martha
EDN - Eka Dermawan
EDP - Erni Dwi Pratiwi
EDS - Etik Dwi Styaningrum
EDT - Eris Sudarajat
EDW - Endang Wahyudi
EDY - Eka Dyah Setyaningsih
EEA - Eri Riana
EFI - Encep Fahmi Imadudin
EFW - Embun Fajar Wati
EGA - Erika Agustiana
EGW - Elga Wati
EHA - Edwin Hendriana
EHB - Erick Harlest Budi Raharjo
EHH - Eni Heni Hermaliani
EHW - Eva Rahmawati
EHY - Eko Haryadi
EIY - Elly Indrayuni
EKA - Eulin Karrlina
EKG - Esron Rikardo Nainggolan
EKS - Eka Satryawati
EKU - Eko Sulistyawati
EKW - Eko Warno
ELM - Elly Mufida
ELT - Elita Lukminarti
ELY - Ellyta Muchtar
ELZ - Elzet
EME - Edward Manansye
EMH - Elly Muningsih
EMR - Eva Marsusanti
ENF - Eni Irfiani
EOR - Eneng Iviq Hairo Rahayu
EOV - Ely Oktavia
EPA - Elin Panca Saputra
EPH - Eka Putri Handayani
EPR - Eni Pudjiarti
EPS - Eka Puspita Sari
EPW - Esty Purwaningsih
ERD - Erma Delima Sikumbang
ERH - Eni Reptiningsih
ERL - Eka Rini Yulia
ERM - Eri Mardiani
ERN - Endang Retno Ningsih
ESB - Etika Sabariah
ESH - Entin Sutinah
ESK - Erlangga Sapta Kelana
ESP - Endang Suparni
ETB - Eko Setia Budi
ETP - Ega Tassha Perwira
ETS - Ernita Sialagan
ETW - Enok Tuti Alawiah
EUH - Endah Utaminingsih
EUM - Euis Meinawati
EUR - Ela Nurelasari
EVD - Evan Indra Jaya
EVH - Elvianto Dwi Hartono
EVP - Evy Priyanti
EVT - Elvi Sunita
EWH - Euis Widanengsih
EWJ - Eti Widijowati
EWO - Edy Purwanto
EYA - Eka Yuni Astuty
EYP - Eigis Yani Pramularso
EYY - Ety Nurhayaty
EZB - Elizabeth
FAS - Faisal
FBN - Fahraini Bacharuddin
FBR - Firstianty Wahyuhening F
FBS - Fernando B Siahaan
FDD - Fadjar Djatmika
FDK - Yoy Farried Kurniawan
FDS - Farly Detrias
FEI - Fadli Efendi
FES - Frans Edward Schaduw
FFD - Fauzan Ferdiansyah
FFH - Fety Fatimah
FFY - Fifit Fitriansyah
FGL - Fadri Aggun Laksamana
FHH - Febriansyah Hasmadillah
FHI - Fahri
FHS - Fatimah Yasmin Hasni
FIA - Fransisca Natalia
FIK - Farischa Indri Kumala
FIO - Firmanto
FJA - Fajar Diah Astuti
FKB - Fajar Akbar
FKO - Febrian Kwarto
FLH - Fadilah
FLR - Fitri Latifah Rais
FLW - Feby Lukito Wibowo
FMC - Febri Mochlistini Ciptoningrum
FMD - Fahrul Maidani
FMH - Firmansyah
FMK - Fahmi Kamal
FMO - Fitri Maesaroh
FMW - Fatmawati
FNA - Fanina Adji
FND - Fandhilah
FNI - Fintri Indriyani
FNN - Ferdinand Nababan
FNR - Feri Endiarto
FPO - Feri Prasetyo H
FPP - Febby Pratama Putra
FPS - Ferdias Prihatna Sari
FRI - Firman Riyadi
FRK - Ferry Kartawijaya
FRN - Fitri Rahmiyatun
FRO - Fahlepi Roma Doni
FRR - Faroman Syarief
FRU - Fara Mutia
FSI - Fitri Susiswani Isbandi
FSO - Ferry Sudarto
FSP - Fernando SP.Simamora
FSW - Fitriyana Setyowati
FTI - Fithriani Inda Nurliessya
FTR - Fathur Rohman
FWH - Felix Wuryo Handono
FWI - Fita Wulandari
FWM - Fitrian Wahyuningsi Muntri
FYD - Frieyadie
FYS - Faif Yusuf
FYY - Fitri Yudiaty
FZA - Fauzi Amri
FZI - Faizal Roni
FZN - Fuad Zulkarnain
GCW - Giatika Chrisnawati
GFT - Ghofar Taufiq
GGS - Gangan Ganda Somantri
GGT - Gan Gan Giantika
GKH - Grace Katarina Hasibuan
GLS - Gesta Lili Subroto
GMN - Giman
GNF - Giawan Nur Fitria
GNN - Gunawan, SE
GRP - Giri Priyono
GSM - Gibson Manalu
GWO - Gunawan Wibisono
HAD - Heri Aryadi
HAF - Hanafi Eko Darono
HAG - Harum Argyawati
HAH - Henny Armaniah
HAI - Hanif Aulawi
HAL - Haykal Malki
HAM - Hilda Amalia
HAO - Heri Afianto
HAP - Harwanto Ari Pratomo
HAR - Harun Al Rasyid
HAS - Hasanudin
HBW - Hanung Aribowo
HDD - Herwindo Dharmawan
HDI - Herudini Subariyanti
HDN - Hardani
HDP - Hendry Prihandono
HDR - Hendra
HDS - Hendra Supendar
HDT - Hadi Saptono
HDW - Hartoyo Darmawan
HDY - Hidayat
HEA - Henni Erwina
HEM - Herman Mulyana
HFG - Hafiz Ghulam
HGO - Hilman Subagyo
HGP - Hanggha Prayoga
HHF - Hani Harafani
HHP - Herman Hopmans
HHW - Herna Hernawati
HIH - Hamida Syari Harahap
HIT - Herlina Ferliyanti
HIY - Hari Sulistiyo
HJI - Hermi Pujiyani
HJR - Hendra Jafarudin
HKR - Hendrik Leonardi
HKU - Hendra Kurniawan
HLD - Helina Apriyani
HLM - Halimatusadiah
HLS - Hardiyati Lestariningsih
HLW - Herlawati
HMD - Hamdan
HMF - Helmy Maulana Fahmi
HMK - H. Musthafa Kamil
HML - Heri Maulana
HMS - Helmut Martahi Saoloan
HND - Henny Destiana
HNG - Hendra Gunawan
HNH - Hendi Suhendi
HNI - Hanapi
HNL - Henny Leidiyana
HNN - Hananda Priyandaru
HNR - Henny Rikka
HNT - Hendro Nindito
HNW - Hendro Gunawan
HOA - Helen Olivia
HPC - Happy Chandraleka
HPM - Heri Purnomo
HRH - Hoiriah
HRI - Heni Rohaeni
HRK - Heri Kuswara
HRO - Hariyanto
HRR - Herryansyah
HRS - Hari Sugiarto
HRY - Hardiyan
HSH - Hasta Herlan
HSI - Hapsarini
HSP - Henri Septanto
HSU - Heru Suyana
HSY - Heri Supriyanto
HTI - Hartanti
HTM - Hurriyaturrohman
HTN - Hartati Novitasari
HTR - Hariyanto
HVL - Hielvita Ludiya
HWB - Hendrawan Budiyanto
HWR - Hesty Wulandari
HWW - Herlin Widasiwi Setianingrum
HYI - Haryani
HYR - Hafdiarsya Saiyar
HYT - Haryanto
HZH - Hamim Sazadah
IAI - Irma Afrianti
IAK - Ira Sri Kusuma
IAL - Ibnu Akil
IAM - Ilham
IAP - Inriati Apriana
IAV - Irwin Ananta Vidada
IAW - Indriatno Arie Wibowo
IBR - Ibnu Rusdi
IDA - Indriana
IDC - Indra Chaidir
IDD - Ida Darwati
IDH - Ida Hendarsih
IDL - Ibnu Dwi Lesmono
IDP - Indah Purwandani
IDS - Ita Dewi Sintawati
IDT - Isdiarto
IDY - Idah Yuniasih
IDZ - Ida Zuniarti
IEA - Isyana Emita
IED - Irena Eka Desianti
IEW - Indra Gunawan
IFG - Ivan Firman Anugrah
IFN - Iwan Sofyan
IGM - Ignasia Kijm
IGN - Ign S. Narastradi
IGO - Ipin Sugiyarto
IGS - I Gede Novian Suteja
IGY - Inong Saryana
IHK - Ishak Kholil
IHS - Isnurrini Hidayat Susilowati
IHY - Indah Suryani
IIA - Siti Maria
IIO - Andi Riyanto
IJE - Ibrahim Ajie
IJT - Ika Wijayanti
IKM - I Ketut Martana
IKN - Ishak Komarudin
IKW - Inda Sekarwati
ILA - Intan Leliana
ILW - Istiana Nurmaulida Wanti
IMC - Irmawati Carolina
IMH - Ilamsyah
IMN - Ilman
IMR - Imron
IMS - Imam Safrudi
IMT - Indarisna Marfuati
IMU - Iri Mudyadji
IMW - Imam Nawawi
INA - Iin Soraya
INI - Indarti
INN - Ian Nurpatria Suryawan
INS - Irwin Sukrisno S
INY - Instianti Elyana
IOD - Ida Rosmaidah
IOI - Indarwoko Kurniadi
IPA - Indra Prana
IPM - Imam Saepul Muslim
IRA - Irwan Raharja
IRK - Ira Kurniati
IRN - Irwan Ruswandi
IRR - Indra Riyana R
IRS - Irawan Satriadi
ISO - Ibnu Subroto
ISR - Imam Soleh Marifati
IST - Imam Suyanto
ISW - Indras Susilowati
ITA - Hadita
ITD - Siti Sundari
ITK - Irwan Tanu Kusnadi
ITM - Indri Atmoko
ITN - Indah Puspitorini
ITS - Ita Suryani
ITY - Imam Sutoyo
IWA - I Wayan Ari Sudana
IWD - Isman Widiantono
IWI - Indria Widyastuti
IWO - Irwanto
IYA - Ika Yuniva
IYH - Aditya Sugiharto
IYL - Ika Yuli Lestari N
IYM - Isma Maryam
IZA - Izza Annafisatud Dania
IZP - Ibnu Reza Putra
JAP - JA. Purnama
JAR - Jaffry Arisfiandi Sumarna
JDC - JE.Dhyani Chitta M
JDI - Jessika Defianti
JDP - Junita Duwi Purwandari
JGP - Juwana Agung Prabowo
JHN - Johan Bastari
JKW - Jati Kusworo
JLO - Jefri Lukito
JLR - Julia Retnowulan
JMI - Jimmi
JMM - Jimmi
JMY - Jumiyati
JND - Junianto Sidauruk
JNI - Jenie Sundari
JNR - Januar
JNS - Juniar Sinaga
JOS - Jaka Santosa
JPA - Joko Prasetiana
JRK - Jarnoko
JRY - Juriyah
JSW - Jan Setiawan
JTH - Joko Utomo Hadibroto
JTK - Jefina Tri Kumalasari
JUN - Zulnaidi
KAI - Karnita Afnisari
KAZ - Kholil Aziz
KBN - Kresno Budi Nugroho
KDR - Kus Daru
KDW - Kudiantoro Widianto
KGA - Kori Margita Akbariati
KGO - Kustian Guntolo
KHF - Khairil Hanafi
KHL - Khotimah Herliana
KKJ - Kartika Yuliantari
KLI - Karlena Indriani
KLS - Karmelia Susanti
KMM - Kasmanto Miharja
KNW - Krisni Wulandari
KPU - Kurniawan Prambudi Utomo
KRA - Kresna Ramanda
KRH - Komariah
KRI - Kurnia Rommandah Intan
KRL - Khairul Rizal
KRT - Kartini Ismono
KSC - Kusmayanti Solcha
KSH - Kusuma Hati
KSN - Karsono
KSO - Karsono
KTN - Kamsiatun
KWN - Kusuma Wardhana
LAT - Latifah
LDM - Linda Marlinda
LDU - Lila Dini Utami
LFS - Lutfi Syafirullah
LGO - Lisbert Tumanggor
LHI - Lily Hidayani
LHM - Luthfia Rohimah
LIA - Lukman Ihwana
LKR - Luci Kanti Rahayu
LKW - Lhaksito Yaktiworo
LLH - Leli Yanah
LLM - Lala Meilani
LMA - Linda Maulida
LMF - Lukman Fauzie
LMH - Lukman Hakim
LMR - Lasmery R.M Girsang
LMS - Lia Mayasari
LNH - Liesnaningsih
LNK - Lukman Nulhakim
LNS - Linna Setiawati
LRH - Lili Marlinah
LRW - Linda Sari Dewi
LSA - Lusiana
LSH - Lydia Salvina Helling
LSM - Lita Sari Marita
LSN - Lusino
LSP - Laila Septiana
LSR - Lastiar S
LSY - Lisnawanty
LUD - Lis Saumi Ramdhani
LUH - Lukmanul Hakim
LVD - Lavita Vanda
LWT - Lisnawati
LYA - Liliyana
LYF - Lestari Yusup
LYO - Lia Yulistino
MAB - Mohamad Ali Akbar
MAI - Muherni Asri Utami
MAM - Muanam
MAN - Maman
MAP - Mamba Andi Pramuri
MAS - M. Amas Lahat
MAX - Maxsi Ary
MBN - M. Budi Kurniawan
MDI - Murtiadi
MDL - Murad Lubis
MDM - M. Denny Maulana
MDN - Mardiyanto Nugroho
MDP - Mundopar
MDR - M. Danu Riyasa
MDS - Muhammad Darussalam
MDT - Minda Septiani
MDY - M. Drajat Yulianto
MES - Meiva Eka Sri S
MFF - Moh. Frimanhuda Syifa
MFR - Mufti Rizal
MFU - Manfaluthi
MGN - Mariska Bunga Nindita
MGR - Melati Gusmar
MGS - Muhammad Agung Sedayu
MHA - Morinof Hendra
MHE - Martua Hami Siregar
MHF - M. Haddiel Fuad
MHI - Mohammad Ikhsan S.
MHL - Mira Herlina
MHT - M. Herwiratno
MHU - Muhammad Harun
MHW - Mochamad Wahyudi
MIA - Merdardus Ibnu Ajisantoso
MIH - Mike Indarsih
MIN - Muhamad Irvan
MIS - Muhammad Islahuddin
MJD - Moh. Jaya Diantara
MJJ - Muhamad Jejen Jaelani
MJK - Mohamad Jakaria
MJS - Muji Santoso
MKF - M. Kharis Syaifudin
MKH - Miwan Kurniawan H
MKN - Mukhamad Nurochman
MLA - Maria Loek Nama M
MLE - Mareanus Lase
MLH - Mulia Rahmayu
MLK - Mulkan Syarif
MLM - M. Syaifullah Almalik
MLO - Marlon Ompusunggu
MMA - Muhammad Arip
MMK - Mochamad Karjadi
MMM - Muhammad Shaufi
MMN - Muhaemin
MMS - Maya May Syarah
MMU - Maimunah
MNH - Mohammad Noviansyah
MNI - Murni Yati
MNL - Mochamad Nandi Susila
MNR - Musbaniar
MNS - Minarsih
MNW - Medianawati
MOH - Maisaroh
MOM - Muhammad Sony Maulana
MPU - Maulani Pangestu
MPW - Muhammad Perwiranegara
MRD - Muhammad Riyadi
MRE - Muhammad Ridwan Effendi
MRI - Marieta Ariani
MRM - Mia Rosmiati
MRQ - Muhammad Nur Rizqi
MRR - Mery Nirmala Sari
MRT - Melinda Fitria Astuti
MRU - Maruloh
MRW - Mari Rahmawati
MRY - Mira Nuryanti
MSF - Maryanah Safitri
MSI - Mohamad Sahlani
MSK - M. Sukron
MSL - M. Ismail Alif
MSN - Marsono
MSP - Moh. Supardi
MSR - Mumun Surahman
MSY - Maysaroh
MTB - Muhammad Tabrani
MTI - M. Luthfi Ubaidillah
MTN - Martini
MTO - Muhammad Tobrih
MTQ - Muhammad Taufiq Nur S
MTR - Mutiara Rahmah Madaniah
MTS - Martias
MTU - Merwin Tambunan
MTW - Mutiarawati
MUF - Maria Ulfah
MWD - M. Suwandi
MWS - Marti Widya Sari
MYA - May Ariana
MYG - Muhammad Yudha Gozali
MYL - Mely Mailasari
MYN - Melyani
MYU - Muhammad Yunus
MZE - Mazda Eko Sri Tjahjong
NAA - Nurul Amalia
NAF - Nur Ali Farabi
NAH - Nur Asiyah NM
NAM - Nur Ali Muharram
NAR - Nuryadina Augus Rini
NAS - Noer Azni Septiani
NAY - Nur Aliyah
NAZ - Nur Azizah
NBM - Nurul Badruttamam
NCO - Nurcholis
NDA - Nurdahlia
NDD - Nida Nahida Muktasida
NDI - Nandang Iriadi
NDJ - Nurhasanah Djayani
NDZ - Nanda Diaz Arizona
NFH - Nuzul Imam Fadlilah
NGG - Anggraini
NGI - Neni Anggraeni
NHD - Nurhadi
NHH - Noer Hikmah
NHI - Nurhayati
NHR - Niken Herawati
NHT - Nurhidayati
NHY - Nurdiana Handayani
NIA - Natal Indra
NII - Nur Aini Setiyawati
NIY - Nitiya Indriana
NKD - Nikodemus Yudho Sulistyo
NKI - Nina Kusumawati
NKR - Nanang Kohar
NKW - Nia Kusuma Wardhani
NLA - Nurlaela
NLD - Nurul Hidayati
NLM - Nur Alam
NLP - Niken Luki Hapsari
NLR - Noer Laely Rakmawaty
NLY - Nurul Aisyah
NMS - Neny Martiningsih
NNA - Nani Agustina
NNB - Nanang Baidowi
NND - Nana Sudiana
NNE - Nia Nuraeni
NNH - Nanu Hasanuh
NNI - Nining Suharyanti
NNL - Nanang Lidwan
NNS - Nining Suryani
NOI - Noor Isnaeni
NOM - Nurrohman
NOR - Normah
NRA - Nur Alam
NRF - Nurul Afni
NRH - Nur Hidayati
NRU - Nurti Rahayu
NSD - Nur Sari Dewi
NSF - Nurullah Sururi Afif
NSG - Nandang Estri Nugraheni
NSI - Nellia Syukria
NSN - Naurissa Biasini
NSR - Nasril
NTN - Nunung Hidayatun
NTS - Junita Juwita Siregar
NUP - Nur Utami Padmakusuma
NVD - Novita Indriyani
NVK - Nurvi Oktiani
NVV - Novia Viarti
NVY - Novi Andriyani
NWH - Nawindah
NWI - Nurhasanah Windiastuti
NYH - Nurmansyah
NYI - Nurhayati
NYS - Ninuk Riesyantiningtias
NZM - Nazwirman
NZN - Nuzuliarini Nuris
OHS - Oyon Haerini Saptiah
OIB - Oda Ignatius Besar H
OKT - Oky Irnawati
OPI - Omar Pahlevi
OSN - Oktianto Setiawan
OVS - Otto V Siregar
OXI - Oky Oxcygentri
PAT - Puji Astuti
PCR - Petrus Christo
PCS - Pradita Cynthia Sari
PDA - Petrus Dwi Ananto P
PDI - Pretty Diawati
PGG - Puspita Anggraini
PGO - Purbo Gunarto
PHS - Prasojo Herdy Sutanto
PJN - Paojan MS
PKD - Pasik Damayanti
PKT - Popon Kurniati
PLI - Pramelani
PMA - Pas Mahyu Akhirianto
PMB - Putie Maharani Basa
PMG - Pipi Megawati
PMI - Paramita Kusumawardhani
PNH - Panca Hariwan
PPA - Pradnya Paramita
PPH - Popon Handayani
PPR - Purwono Prasetyawan
PRA - Popon Rabia Adawia
PRN - Priatno
PRY - Puji Rahayu
PSB - Puguh Setiyo Budi
PSN - Parman Supraman
PSR - Pembangunan Siregar
PSS - Pasrah Siahaan
PTG - Pelinta Tarigan
PTI - Panji Suratriadi
PTR - Peter Rajagukguk
PWD - Purlia Wardaningsih
PWN - Purwanto
PWO - Purwidianto
PWP - Prapti Wigati P
PYI - Puji Yuniarti
PYK - Pebi Yudha Krisnapati
PYO - Priyono
PYR - Priadi Sofianto
RAH - R. Ati Haryati
RAI - Rr. Astri Indriana Octavita
RAN - Ruhul Amin
RAP - Rachmat Adi Purnama
RAU - Rahmi Aulia Nurdini
RAW - Ratna Wati
RAY - Risa Yusmansyah
RBG - Ruslan Abdul Gani
RBS - Robi Sopandi
RCH - Rachmat Hidayat
RCK - Rachman Komarudin
RCP - Ricky Pramudita Sumartono
RCS - Rachmat Suryadithia
RDD - R. Deden Adhianto
RDG - Retno Dwigustini
RDH - Rina Dwi Handayani
RDK - Rahdian Kusuma Atmaja
RDP - Retno Dewi Palupi
RDS - Rusdiansyah
RDT - Rudianto
RDU - Rahdian Kurnia
REH - Ratna Setyaningsih
RES - Resti Yulistria
RFB - Rifki Abrar
RFS - Rizal Firdaus
RGA - Rizal Amegia Saputra
RGK - Ratu Dindin Ginanjar
RGN - Ragimun
RGP - Rizqi Agung Permana
RGT - Reny Anggita
RHK - Rahhima Zakia
RHS - Ratih Hastasari
RHT - Rachmat Setiyadi
RIA - Resti Lia Andharsaputri
RID - Ridwansyah
RIH - Rani Irma Handayani
RIK - Riswandi Ishak
RIN - Ridwan
RIR - Reni Iskandar
RJO - Rio Rubiarjo
RKA - Reksa Anugrah
RKH - Roida Pakpahan
RKI - Riskawati
RKM - Rika Marlia
RKP - Rhama Eko Saputra
RKR - Rahmadhan Kurniadi
RKS - Ricky Sediawan
RKT - Ricki Sastra
RKU - Rani Kurniasari
RLA - Rilfa
RLI - Riris Lestiowati
RLL - Rido Galih Alief
RLN - Ricky Leman
RLS - Rina Lestari
RMG - Ratnawaty Marginingsih
RML - Ramlan
RMM - Ramli Murgani
RMR - R. Moh. Nurul Rachman
RMS - Rame Santoso
RMT - Rosmita
RMW - Rahmawati
RNA - Rini Nuraini
RNB - Riezka Novia Bewinda
RNG - Rusli Nugraha
RNK - Rinalda Khair
RNP - Retno Pawestri
RNR - Retno Sari
RNS - Ratnanengsih
RNT - Rina Septiriana
RNW - Renawati
ROI - Rina Oktiyani
ROL - Resti Oligta Lianti
ROS - Roynaldi Arista
ROV - Romaida Novalia
ROW - Rio Wirawan
RPD - Ruspandi
RPS - Rusly Pardamean Siahaan
RRA - Ririn Restu Aria
RRH - Rani Rahmayani
RRI - Rina Riniawati
RRN - Rian Andriani
RRP - R.Mohammad Riezky Pahlevi
RRS - Reva Ragam Santika
RRW - Ririn Widyaningsih
RSA - Ratna Deli Sari
RSK - Rosi Kusuma Serli
RSR - Ratih Setyo Rini
RSS - Ri Sabti Septarini
RST - Rosento
RSY - Rani Suryani
RTD - Ratna Danyati
RTI - Ririn Triyanti
RTK - Ratna Kartika Sari
RTL - Robbikal Muntaha Meliala
RTR - Rahmat Tri Yunandar
RTY - Ratiyah
RUG - Rd. Ayu Surawening
RUR - Risma Nurika
RUT - Rusyanti
RUW - Ruswadi
RVI - Rika Virtianti
RWA - Rita Wahyuni Arifin
RWH - Rusda Wajhillah
RWK - Rawit Sartika
RWN - Rony Wawan Hermawan
RWS - Reni Widyastuti
RWW - Radite Wahyu Wijanarko
RWX - Risawati
RYH - Rahayu Ningsih
RYI - Roy Irawan
RYL - Ratih Yulia H
RYM - Ricky Firmansyah
RYP - Rety Palupi
RYS - Ria Yuliasari
RYW - Rahayu Swastika
RZH - Rozi Hendra
SAF - Sri Arfani
SAH - Siti Amanah
SAL - Salman Alfaridi
SAN - Syarifuddin
SAP - Sukmawati Anggraeni P
SAR - Sartini
SAS - Syuchrisyanti Ari S
SAT - Slamet Risnanto
SAW - Soedjarwo
SAX - Sahara
SBA - Sukmono Bayu Adhi
SBL - Sabil
SBY - Subhiyanto
SCR - Sucitra Sahara
SDA - Sri Dianing Asri
SDE - Siti Dona Elvira
SDG - Sabaruddin Siagian
SDJ - Sudirja
SDK - Sidik
SDM - Suryadharma Sim
SDN - Sri Handayani
SDO - Sardiarinto
SDR - Sandi Andrian
SDY - Sofi Defiyanti
SEJ - Setiaji
SER - Siti Eva Ratmawati
SET - Sari Setyaning Tyas
SEY - Slamet Maryoso
SFA - Syaiful Anwar
SFB - Sri Fitri Budianti
SFE - Sefrika Entas
SFO - Slamet Fatrika Santoso
SFR - Syahrul Farihah
SFX - Sutri Handayani
SFZ - Siti Faizah
SGD - Sonia Garda
SGL - Syukri Ghozali
SGW - Sugiartowo
SGY - Sugiyah
SHH - Sari Masshitah
SHI - Sari Hartini
SHJ - Suharjanti
SHM - Suherman
SHN - Suhanda
SHS - Syahril Suhanda
SHT - Suhartono
SHU - Saehudin
SHW - Sri Harjunawati
SHY - Suharyanto
SIA - Sita Anggraeni
SID - Siswidiyanto
SIH - Suripah
SII - Sri Indriati
SIN - Sri Hardani
SIO - Siti Masyitho
SIR - Siti Norma
SIW - Sri Wasiyanti
SJK - Sandra Jamu Kuryanti
SJN - Sri Juliani
SKI - Suwantica Kusumandari
SKJ - Siti Khotijah
SKM - Surtika Ayumida
SKO - Sukanto
SKS - Suci Komala Sari
SKU - Sri Khurniatun
SLB - Syamsul Bakhri
SLG - Sri Lisminingsih
SLM - Sulfa Maria
SLN - Suleman
SLO - Sofi Laila Oktavia
SLT - Sulistiyah
SLY - Stanlay
SMD - Slamet Widodo
SMH - Slamet Heri Winarno
SMI - Sri Mujiasti
SMK - Sahal Mubarok
SMR - Siti Marlina
SMS - Suminarsih
SMW - Sofyan Marwansyah
SMY - Sri Muryani
SNA - Sitti Nurbaya Ambo
SNH - Siti Nurhasanah
SNI - Sunarti
SNO - Sunarto
SNS - Shinta Nasution
SNT - Sa'diyah Noor Novita A
SNV - Shilvy Nuranita Viera R
SNW - Setia Purnawan
SNY - Sonny Taufan
SNZ - Siti Nurajizah
SOF - Sonny Fransisco Siboro
SOH - Soni Hermanto
SON - Sukron Ma'mun
SOP - Sopian Aji
SPA - Aspari
SPD - Sopiyan Dalis
SPE - Siti Parwita Eka Kirana
SPH - Suparno Hardjosuwito
SPM - Suparman HL
SPO - Sigit Prasetyo
SPT - Supriyanta
SPW - Sri Purwaningsih
SPY - Supriyadi
SQA - Siti Qonaah
SRA - Syahrial Addin
SRB - Syahraibu
SRC - Siti Rachma
SRJ - Supardjijo
SRP - Saripudin
SRU - Sinta Rukiastiandari
SRW - Susan Rachmawati
SRY - Sriyadi
SRZ - Siska Rizkiani
SSB - Syamsul Bahri
SSG - Sigit Sugiyanto
SSH - Seno Sudarmono Hadi
SSI - Susilowati
SSL - Susilawati
SSM - Sismadi
SSS - Susi Susilowati
SSZ - Sani Safrizal
STD - Sepitri Daruyani
STE - Siti Ernawati
STF - Siti Farida
STI - Saridawati
STJ - Siti Nurjanah
STL - Santa Lorita
STM - Siti Masripah
STN - M. Sinta Nurhayati
STO - Sumanto
STS - Santoso Setiawan
STY - Siti Nuryati
SUF - Susafa'ati
SUG - Syamsu Alang
SUH - Suharini
SUN - Sunanto
SUR - Susi Rianti
SUS - Susanti
SUT - Sri Utami
SUX - Sunar
SVA - Silvy Amelia
SVM - Silvina Mayasari
SVO - Sandra Novianto
SVT - Silvianty
SWB - Sigit Wibowo
SWH - Septiawansyah
SWR - Suwarsito
SWS - Septani Dwi Astuti
SWU - Siti Nurwahyuni
SWW - Sandra Dewi Saraswati
SWY - Slamet Wahyudi
SYD - Supriyadi
SYH - Suryaning Hayati
SYI - Suci Riyanti
SYL - Syaifur Rahmatullah Abdul R
SYM - Syamsudin
SYS - Suryanto Sosrowidigdo
SYT - Suryanto
SYU - Syafril Yudiman
SYW - Sigit Yugi Wargiyo
SYY - Sri Yanthy Yosepha
SZY - Syukron Sazly
TAB - Teguh Arief Budi F
TAH - Tuti Alawiyah
TAK - Taufan Adi Kurniawan
TAT - Taat Kuspriyono
TAW - Tito Ari Widianto
TBI - Triyani Budyastuti
TBT - Tri Budi Arta, SS.MM
TDH - Titi Dewi Rohati
TDI - Tati Mardewi
TFB - Taufiq Baidawi
TFX - Taufix Budi Prasetyo
THH - Tantan Hadiansyah
THI - Tanti Hartanti
THO - Taufik Hidayatuloh
THY - Toto Heryanto
TIE - Tri Indah Estiani
TIS - Tomy Istanto
TKA - Titin Kristiana
TMI - Titik Misriati
TMS - Tomi Swastomo
TNA - Teddy Noor Arievyan
TND - Tino Dwiantoro
TNG - Teni Agustina
TNH - Triningsih
TNS - Toni Sukendar
TPH - Titin Perdi Herawati
TPI - Tri Pujiati
TPN - Titin Prihatin
TRI - Tri Hartati
TRO - Teguh Raharjo
TRS - Tri Retna Sari
TRW - Triadi Widianto
TSI - Tony Suryadi
TSM - Teguh Sanga Sumarno
TST - Tri Sutrisno
TTM - Tati Mardiana
TTY - Tuti Haryanti
TWA - Tantri Wulandari A
TWC - Tri Wahyuningrum C
TWH - Thomas Wahyu Dwi Hartanto
TWN - Tri Wiyanto
TWP - Tinawati Pasaribu
TWT - Tri Widyastuti
TYS - Tyas Setiyorini
UBL - Ubaidillah
UFB - Umar Fauzi Bahanan
UHA - Suhardi
UII - Ummi Hani
UMF - Umi Faddillah
UNR - Untung Rohwadi
UPN - Upip Pauzan
URY - Umar Yais
UYS - Unpris Yastanti
VAY - Vera Agustina Yanti
VDW - Veronica Deasy Widiastuty
VLF - Veronika Listi Ferdini
VNT - Vinta
VRH - Vembria Rose Handayani
VRY - Verry Riyanto
VSC - Verra Sofica
VTA - Veti Apriana
VVM - Vivi Maria
VWI - Vicky Windasari
WCS - Willy Cahya Sundara
WDA - Widiarina
WDO - Wirawan Dwi Utomo
WDR - Widarti
WGB - Wayan Golgol Betman
WGI - Wakhyu Anggraeni
WHD - Wahyudin
WHI - Wahyu Indyana Putra
WHO - Wawan Haryanto
WII - Wahyu Indrarti
WIN - Wiwin Wianti
WJO - Wahyu Jatmiko
WKN - Wawan Kusdiawan
WLD - Wulan Dari
WMS - Warmansyah
WMT - Wiruma Titian Adi
WNH - Wasilatun Nikmah
WNK - Win Kurniadi
WNT - Wiratna Tritawirasta
WNW - Wina Widiati
WPG - Winner Parluhutan Nainggolan
WPN - Wyler Pakpahan
WPS - Winda Primasari
WRJ - Warjiyono
WSH - Wisnu Hadi
WSN - Wendy Sepmady Hutahaen
WSS - Wangsit Supeno
WST - Wisti Dwi Septiani
WTA - Westri Andayanti
WTI - Wati Erawati
WTO - Wahyu Tisno Atmojo
WUI - Wulan Apriani
WWR - Wawan Ridwan
WWW - Wiwik Widiyanti
WYI - Wina Yusnaeni
WYP - Wahyudi Prabowo
XIP - Xanty Adhi Parandani
YAA - Yanti Rosalinah
YAF - Yusriel Ariel Ferdiyanto
YAP - Yodha Anindita Pamungkas
YAR - Yeni Arif Rahman
YAW - Yuti Andaruwati
YAZ - Yunidyawati Azlina
YBI - Yusnia Budiarti
YBS - Yohanes Bayu Samodro
YBU - Y.Bagas Utomo
YDF - Yandi Fitra
YDI - Yanuardi
YDK - Yahdi Kusnadi
YFA - Yusti Farlina
YFI - Yuni Fitriani
YHA - Yosep Hernawan
YHD - Yosaphat Danis Murtiharso
YHI - Yuniarsih Harisady
YHN - Yayan Hendrian
YHY - Yadi Nurhayadi
YII - Syahriani
YIM - Yana Iqbal Maulana
YKN - Yanti Krisna
YLA - Yulia
YLK - Yulikuspartono
YLS - Yulia Safitri
YLT - Yulianto
YLY - Yoeli Yanti
YMA - Yanuar Masrukhi Amin
YMK - Yosef Murya Kusuma Ardhana
YML - Yayan Mulyana
YMN - Yani Sri Mulyani
YMT - Yulia Mujiaty
YMU - Yesni Malau
YMZ - Yusuf MZ
YNT - Yunita
YNV - Yosie Noverha
YPA - Yoseph Tajul Arifin
YPH - Yopi Handrianto
YRB - Yuhara Rabbiah
YRH - Yusripah
YRO - Yudhi Rahmanto
YRP - Yunita Rinjap
YRU - Yuri Rahayu
YRW - Yani Restiani Widjaja
YSH - Yogi Syarif Hidayat
YSN - Yahya Suherman
YSO - Yudi Santoso
YSU - Yusuf
YSY - Yulia Sariwaty S
YUT - Yunita
YWI - Yuni Windayati
YWO - Yuni Siswantoro
YYG - Yuyun Yuningsih
YYO - Yuyuk Oktorina
YYR - Yahya Yanuar
ZBH - Zubaidah
ZDN - Zaini Djamaludin
ZFR - Zulfikar
ZIA - Zainal Abidin
ZIS - Zulfikar Indra Saputra
ZKI - Zarkasi
ZKR - Zulfikar
ZRH - Zuraidah
ZRI - Zahri Rinaldi
ZZA - Zaki Zainal Arifin
ZZR - Zahra Zakaria


Semoga bisa berguna bagi yang ingin mencari nama dosen BSI dari kode Dosennya.

Link murottal Al Qur'an Juz 1 sampai jus 30

Ini link murottal Semoga bermanfaat Mishary Rasyid per Juz....  Juz 1 ⇨ http://j.mp/2b8SiNO Juz 2 ⇨ http://j.mp/2b8RJmQ Juz 3...